Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Calon Jemaah Haji Jangan Tergiur, Sedang Marak Penipuan Percepatan Haji, Kemenhaj Depok Beberkan Modusnya 

Arif Al Fajar • Selasa, 26 Mei 2026 | 12:20 WIB
Suasana pemberangkatan jemaah haji Kota Depok 22 April 2026. (Foto : Fajar/ Radar Bogor)
Suasana pemberangkatan jemaah haji Kota Depok 22 April 2026. (Foto : Fajar/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Jemaah haji  Kota Depok diminta untuk waspada terhadap maraknya modus penipuan berkedok program percepatan keberangkatan haji yang mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Kota Depok, Retha Prima Dewi memaparkan, saat ini banyak oknum yang mencoba menipu calon jemaah haji melalui pesan WhatsApp dengan modus pembaruan data hingga penawaran percepatan antrean haji.

Kata dia, modus pelaku yakni dengan cara menghubungi calon jemaah haji melalui WhatsApp. Kemudian berpura pura meminta konfirmasi ataupun pembaruan data pribadi, seperti nomor KTP, nomor telepon, hingga informasi porsi haji.

Setelah calon jemaah haji merespons, pelaku kemudian mulai melancarkan aksinya. Pelaku menggiring pembicaraan terkait program percepatan keberangkatan haji dengan meminta sejumlah biaya tertentu.

“jadi ujung-ujungnya meminta sejumlah uang,” Katanya dikutip Radar Bogor dari situs resmi Pemkot Depok Selasa 26 Mei 2026.

Belum Ada Program Percepatan Haji

Retha menegaskan, hingga saat ini Kementerian Haji dan Umrah belum memiliki program percepatan antrean haji. Kata dia, sistem keberangkatan haji tetap berdasarkan urutan pendaftaran.

Baca Juga: BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Abaikan Ibu Hamil dan Balita, Insentif Rp6 Juta Bisa Dicabut

“Jadi saat ini masih berdasarkan antrean pendaftaran. Siapa yang mendaftar duluan, itu yang berangkat lebih dulu,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru mentransfer uang kepada pihak yang tidak jelas identitasnya. Sebab, apabila sudah terjadi penipuan, proses pelacakan akan sulit dilakukan.

“Jangan sampai karena keinginan besar ingin segera berhaji, jadi tidak berpikir rasional. Kalau uang sudah ditransfer ke orang yang tidak dikenal, kami juga tidak bisa membantu mengembalikan uang," paparnya.

Ia pun meminta jika menerima informasi mencurigakan, calon jemaah haji bisa segera melakukan konfirmasi langsung ke kantor Kemenhaj.

Atau menyampaikan laporan melalui akun media sosial resmi Kemenhaj Kota Depok, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Cek dulu kebenarannya. Kalau punya kontak staf Kementerian Haji dan Umrah, silakan konfirmasi. Kalau tidak punya, bisa langsung datang langsung ke kantor atau laporkan lewat instagram kami,” tukasnya. (faj)

Editor : Yosep Awaludin
#Kemenhaj #jemaah haji #kota depok #penipuan