Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Papua Tak Mengorbankan Alam dan Budaya

Eka Rahmawati • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:54 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato. (YouTube Lembur Pakuan Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato. (YouTube Lembur Pakuan Channel)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan Papua dan tidak mengorbankan alam demi kepentingan pembangunan yang bersifat sesaat.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi ketika menjadi narasumber dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) yang berlangsung di Jayapura, Papua, pada Jumat, 29 Mei 2026 lalu.

Dalam pemaparannya, gubernur Jabar menilai bahwa konsep pembangunan yang selama ini diterapkan cenderung berfokus pada aspek teknis dan administratif, sementara nilai budaya serta pengetahuan yang dimiliki masyarakat adat sering kali terabaikan.

Baca Juga: Kuta Udaya Wangsa: Spirit Besar Kabupaten Bogor Menuju Pusat Peradaban Nusantara

Padahal, menurutnya, komunitas adat menyimpan kearifan yang telah terbukti mampu menjaga keseimbangan alam selama berabad-abad.

"Kita sering menganggap kaum adat sebagai orang yang tertinggal, padahal mereka adalah sumber pengetahuan, leluhur kita mampu menjaga alam selama berabad-abad dan mewariskannya kepada generasi berikutnya dengan baik," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Jaga Kekayaan Alam

Gubernur Jawa Barat menambahkan, berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia selama beberapa dekade terakhir menjadi bukti adanya kekeliruan dalam paradigma pembangunan yang lebih menitikberatkan eksploitasi sumber daya dibandingkan keselarasan dengan alam.

Oleh sebab itu, Dedi Mulyadi mengingatkan agar Papua tidak mengalami hal serupa. Menurutnya, wilayah tersebut masih memiliki kekayaan alam dan budaya yang relatif terjaga dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.

"Saya melihat masih ada yang original di negeri ini namanya Papua, di tempat kami sudah hampir tidak bisa mendapatkannya lagi, di sini kami mendapat kejernihan air, kejernihan udara, dan alam yang sangat indah," jelas Dedi Mulyadi.

Gubernur yang kerap disapa KDM itu pun menegaskan bahwa rusaknya lingkungan Papua akan membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat adat yang selama ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan alam di sekitarnya.

"Papua kehilangan alamnya maka rakyatnya akan lemah, sistem keyakinan pada leluhurnya terputus oleh kehancuran ekologi," tegasnya.

Menurut Dedi Mulyadi, arah pembangunan di Papua perlu berpijak pada budaya lokal, kearifan masyarakat setempat, serta penghormatan terhadap lingkungan. Ia mendorong agar perencanaan tata ruang dan kebijakan pembangunan memperhatikan nilai-nilai budaya Papua agar masyarakat adat tidak merasa terasing di tanah kelahirannya sendiri.

Selain itu, gubernur Jawa Barat juga mengingatkan bahwa investasi yang masuk ke Papua seharusnya tidak mengikis identitas daerah. Ia bahkan mengusulkan agar berbagai fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, hotel, sekolah, hingga stadion menerapkan desain arsitektur khas Papua.

Pada kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyampaikan komitmennya untuk menyediakan beasiswa bagi 40 mahasiswa asal Papua yang ingin melanjutkan pendidikan di Jawa Barat. Program tersebut mencakup pembiayaan pendidikan serta kebutuhan hidup hingga mereka menyelesaikan studi.

Menjelang akhir sambutannya, Dedi kembali menekankan pentingnya menjaga Papua sebagai aset bangsa yang memiliki nilai sangat tinggi.

"Jagalah kehormatan masyarakat Papua, jangan sembarang orang menghina dan merusak tanah Papua, surga di tanah Papua, keindahan semesta Indonesia itu ada di tanah Papua, jagalah, karena suatu saat kita akan kehilangan ketika dia sudah tidak ada," pesan Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, ia juga kembali menawarkan kesempatan bagi 40 pemuda Papua untuk menempuh pendidikan tinggi di Bandung dengan dukungan biaya hidup yang ditanggung hingga lulus.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #papua #gubernur jawa barat