RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun gunung ke Kota Depok.
Didampingi Walikota Supian Suri, pria yang akrab disapa KDM itu menyusuri sejumlah wilayah di Kota Depok.
Mulai dari sidak ke SMAN 1 yang jadi Sekolah Maung di Kota Depok, memungut sampah di kawasan Juanda hingga melihat wilayah perbatasan antara Kota Depok dengan Jakarta.
Dalam kunjungan itu, ada salah satu kejadian yang menarik perhatian saat KDM dan Supian Suri turun dari kendaraan melihat banyak tumpukan sampah di tugu yang menjadi penanda perbatasan wilayah.
Saat itu juga, KDM meminta agar Supian Suri menghadirkan lurah dan camat di wilayah itu. Ia pun meminta Supian suri untuk menelpon anak buahnya datang ke lokasi. "Coba ditelepon suruh ke sini," pinta KDM.
Supian pun kemudian menghubungi anak buahnya tersebut. Namun, usaha memanggil anak buahnya tidak menuai hasil. Panggilan melalui sambungan telepon tidak dijawab.
Baca Juga: Promo Libur Sekolah 2026 di The Jungle Bogor, Siswa Berprestasi Masuk Gratis, Banyak Bonus Seru
Hal itu menjadi bahan candaan KDM. Ia berkelakar agar Supian Suri Menganti camat dan lurah yang tidak mengangkat telpon tersebut.
"Ada walikota telepon lurah nggak diangkat. Besok ganti aja dengan hansip," canda KDM.
Namun, Supian Suri kemudian menimpal candaan KDM tersebut. Ia membela anak buahnya tersebut dengan memberi alasan, kenapa lurah dan camat tidak menjawab teleponnya. "Mungkin masih rakor (rapat koordinasi)," timpal Supian suri.
Tak lama, KDM pun kembali menimpali alasan Supian Suri dengan candaan lainya. KDM berucap bahwa lurah dan camat jangan terlalu sering rakor. "Lurah jangan kebanyakan rakor," jawab KDM.
Hal itupun menjadi perhatian DPRD Kota Depok. Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto menyayangkan hal tersebut bisa terjadi.
Kata dia, lurah atau camat, bahkan kepala dinas seharusnya tidak boleh menyepelekan panggilan walikota.
"Iya, ini sangat disayangkan. Apalagi peristiwa itu ditonton oleh publik," katanya kepada Radar Bogor Selasa 9 Juni 2026.
Politisi PKB itu menjelaskan, sejak awal dirinya sudah memperingatkan kepada seluruh anak buah Walikota Depok Supian Suri dan Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah agar tidak berleha-leha.
Ia mengatakan, sejak walikota dan wakilnya dilantik, harus bisa mengimbangi kinerja walikota dan wakil walikota yang dikenal aktif.
Apalagi, Supian Suri dan Chandra, tipikal pemimpin yang tidak hanya diam di balik meja.
Baca Juga: Juventus Ingin Amankan Sorloth Sebelum Piala Dunia 2026, Siapkan Kontrak Rp38 Miliar
"Saya sudah sampaikan, jajaran Pemkot Depok tidak boleh santai-santai. Siapkan stamina buat mengimbangi kinerja pimpinannya. Pak Supian Suri dan Pak Chandra, tipikal pemimpin yang tidak mau diam di balik meja. Jadi anaknya buahnya harus bisa mengimbangi," ujarnya.
Lanjut Siswanto, tidak memenuhi panggilan walikota tidak bisa dibenarkan. Sebab panggilan pimpinan juga kepentingan kinerja. Termasuk alasan rakor.
"Rakor buat menjalankan kinerja. Sedangkan walikota memanggil dalam rangka untuk bekerja juga. Jadi apapun alasannya tidak bisa dibenarkan," tuturnya.
Untuk itu, Siswanto pun meminta Walikota dan Wakil Walikota mengevaluasi kinerja anak buahnya tersebut.
Ia pun sepakat dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahwa lurah, camat, kepala dinas untuk tidak kebanyakan rakor. "Turun ke lapangan. Bagi yang tidak bisa mohon dievaluasi," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin