RADAR BOGOR - Seorang pelajar SMP berinisial F (14) harus dilarikan ke rumah sakit. Korban ditemukan dalam kondisi terkapar dengan luka senjata tajam.
Pelajar SMP itu ditemukan dalam keadaan penuh luka di kawasan Meruyung, Limo, Kota Depok.
Peristiwa tersebut viral d media sosial. Dalam video yang dilihat Radar Bogor Rabu 10 Juni 2026, memperlihatkan pelajar SMP tersebut tak berdaya denga luka pada bagian wajah.
Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh memaparkan, korban yang merupakan siswa SMP di Kota Depok itu ditemukan warga dalam keadan terluka oleh warga.
Saleh memaparkan, dari hasil pengecekan TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, peristiwa itu berawal saat korban bersama kedua temannya, berinisial R dan D berboncengan tiga orang menaiki sepeda motor.
Sesampai di Makam Kopo, Limo, ketiganya bertemu dengan kelompok bentrok antar pelajar yang berasal dari SMP lain.
Baca Juga: Ketagihan Belanja Pemain di Serie A, Manchester United Kini Bidik Striker Muda Inter Milan
Mereka hendak melakukan bentrok di Pacuan Kuda Limo, melawan pelajar SMP yang berbeda.
"Jadi, pada saat menuju Pacuan Kuda Limo, F (korban) mengendarai sepeda motor membonceng R dan D. Kemudian kedua kelompok tersebut bertemu di Pacuan Kuda Limo," jelasnya.
Lebih lanjut, kata Saleh, saat di lokasi, D turun dari motor untuk melihat kelompok musuh.
Karena jumlah tak seimbang, D kembali naik motor dan kabur ke Jalan Tiga Putera, Meruyung, Kota Depok.
Saat melintas di Jalan Tiga Putera, sepeda motor yang dikendarai oleh F, R, dan D ditendang oleh kelompok musuh sehingga sepeda motor terjatuh.
Korban kemudian diserang dengan menggunakan senjata tajam oleh kelompok musuh hingga mengalami luka sobek di kepala dan pelipis. Sedangkan R dan D berlari dan kabur meninggalkan korban.
"Warga sekitar yang lewat di lokasi kejadian memberi pertolongan kepada F dan menghubungi keluarga F. Korban kemudian dibawa ke Klinik As-Syifa Parung Bingung untuk dilakukan tindakan medis," paparnya.
Setelah dilakukan tindakan medis, F dibawa pulang oleh keluarganya dikarenakan berobat jalan.
Polisi masih mendalami terkait kasus tersebut, namun ortu korban membuat surat pernyataan karena enggan membuat laporan polisi (LP). "Jadi orang tua korban tidak mau buat laporan polisi," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin