Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IsDF MUI Pusat Sosialisasikan Program Filantropi dan Rumah Subsidi Khusus Da'i di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asmoro Majalengka

Muhammad Ali • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:36 WIB
IsDF MUI melakukan sosialisasi program filantropi dan rumah subsidi khusus Da
IsDF MUI melakukan sosialisasi program filantropi dan rumah subsidi khusus Da'i di Ponpes Mufidah Santi Asmoro Majalengka. (Dok. MUI)

RADAR BOGOR – Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menjadi pusat kegiatan strategis umat Islam dengan digelarnya acara bertajuk “Sosialisasi Penguatan Program Filantropi MUI dan Sosialisasi Rumah Subsidi bagi Da’i di Lingkungan MUI”.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama resmi antara Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI Pusat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, BP TAPERA dan BSN yang diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian dan dukungan terhadap kesejahteraan para pelaku dakwah di daerah.

Acara berlangsung Sabtu, 23 Mei 2026 dimulai pukul 14.00 WIB itu berlangsung khidmat dan meriah dan dihadiri jajaran pemimpin nasional maupun daerah, antara lain.

Di antaranya Ketua MUI Bidang Filantropi Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A, Ketua Islamic Dakwah Fund MUI (IsDF-MUI) Hj. Trisna Ningsih Yuliati, S.E., M.M., Pimpinan BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, MA., Bupati Kabupaten Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M, serta Pimpinan Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo K.H. Asep Zaki Mulyanto.

Baca Juga: Pelatih Vietnam Pantau Laga Timnas Indonesia Lawan Mozambik, John Herdman Tak Ambil Pusing

Turut hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal MUI  Dr. K.H. Arif Fahrudin, MA. dan Ketua MUI Kabupaten Majalengka Drs. K.H. Anwar Sulaiman, M.M.Pd, serta ratusan Da’i dan pengurus MUI se-Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, K.H. Asep Zaki Mulyanto menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan penting ini.

“Kehadiran para pemimpin umat dan program strategis ini menjadi bukti bahwa dakwah bukan hanya soal menyampaikan ilmu, tetapi juga menjamin kesejahteraan para penyebarnya, semoga tempat ini menjadi sarana berkah bagi kemajuan umat,” ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama Ketua IsDF-MUI Trisna Ningsih Yuliati dalam menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukannya sekadar sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kepedulian umat yang nyata terukur dan berkelanjutan, bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghandirkan kebermanfaatan dan menjaga martabat umat.

Zakat, infak, sedekah dan wakaf menurutnya merupakan instrumen peradaban, ketika dikelola secara amanah dan profesional maka dapat menjadi kekuatan besar untuk pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan hingga kesejahteraan para pejuang dakwah.

"Kegiatan ini bukan sekedar menjelaskan bahwa IsDF dibentuk untuk memperkuat dukungan sistemik terhadap dunia dakwah, kami ingin memastikan bahwa para da’i yang berjuang di garis depan pembinaan masyarakat mendapatkan dukungan yang layak, agar pengabdiannya dapat berjalan terus-menerus dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Majalengka mengapresiasi melalui sambutan Bupati Majalengka Eman Suherman yang menyatakan bahwa ulama dan Da’i merupakan mitra terpenting pemerintah dalam menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat.

"Program rumah subsidi dan penguatan filantropi ini adalah terobosan brilian, Pemerintah Kabupaten Majalengka siap mendukung penuh agar program ini berjalan lancar dan bermanfaat seluas-luasnya,” ujar Bupati Majalengka.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang bidang pembinaan Kelembagaan Saidah Sakwan pada kesempatan tersebut menegaskan komitmen BAZNAS dalam mendukung program kemanusiaan dan dakwah.

“Dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS memiliki prioritas utama untuk kesejahteraan Da’i dan pendidik agama. Sinergi dengan MUI melalui IsDF adalah langkah tepat agar manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh mereka yang berhak,” jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa kita harus berpihak kepada para tafakuh fiddin, yaitu orang-orang yang menjaga seluruh dedikasinya untuk perjuangan Islam dan keagamaan dan ini yang menjadi sokong guru Indonesi.

Hal itu pula yang menjadi komitmen Baznas selama ini dan secara khusus sebagai apresiasi pada pesantren Mufidah Santi Asromo pertama akan memberikan program Z-Mart Pesantren senilai Rp50 juta.

Dana tersebut bisa dikelola oleh para santri dan untuk melayani santri dan ustadz serta ustadzah, dan kedua secara khusus untuk mendukung inisiatif akses rumah yang layak kepada guru ngaji BAZNAS RI memberikan modal program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) sebanyak 5 rumah dan diharapkan dari Baznas Provinsi dan kabupaten masing-masing 5 rumah yang mana setiap rumah mendapatkan dukungan dana sebesar Rp25 juta.

Acara kemudian ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Majalengka K.H. Anwar Sulaiman yang berdoa agar seluruh program yang telah disosialisasikan dapat terlaksana dengan baik, berkah, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh umat, khususnya para pelaku dakwah.

Memasuki sesi inti sosialisasi, materi pertama disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Filantropi, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., yang menyampaikan materi Penguatan Filantropi Islam di Lingkungan MUI.

Ia menjelaskan bahwa filantropi Islam bukan sekadar berbagi, melainkan instrumen strategis pembangunan umat.

“Pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. IsDF MUI hadir untuk mengintegrasikan potensi dana sosial agar bisa menjangkau sektor dakwah, pendidikan, dan kesehatan. Kerja sama dengan BAZNAS RI adalah wujud nyata kekuatan kolektif umat untuk saling menopang,” tegas Prof. Noor Achmad.

Para pemateri pada acara sosialisasi IsDF MUI terkait program filantropi dan rumah subsidi khusus Da
Para pemateri pada acara sosialisasi IsDF MUI terkait program filantropi dan rumah subsidi khusus Da'i di Ponpes Mufidah Santi Asmoro Majalengka. (Dok. MUI)

Pemateri berikutnya Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr. K.H. Arif Fahrudin, MA., yang menguraikan secara rinci mengenai Program Rumah Subsidi untuk Da’i dan Guru Ngaji.

Dalam paparannya, dijelaskan tujuan, sasaran, persyaratan, mekanisme pengajuan, hingga skema pembiayaan yang sangat ringan dan bersubsidi. Program ini dirancang khusus agar para Da’i yang belum memiliki hunian layak dapat memiliki rumah dengan mudah dan terjangkau. Para peserta sangat antusias menyimak dan mencatat informasi teknis yang disampaikan.

Pemateri ketiga disampaikan Andri dari BSN KC Cirebon yang menjelaskan tentang Fitur Produk Pembiayaan KPR Sejahtera, diri DP harga limit 1 persen, Margin tetap 5 persen dengan maksimal jangka waktu 20 tahun dengan besaran angsuran terjangkau dimulai dari satu jutaan hingga lunas, ditambah gratis premi asuransi dan PPN.

Selama sesi sosialisasi yang berlangsung hingga pukul 15.25 WIB dan dipandu oleh moderator H. Jojo Sutisna, para peserta diberi kesempatan bertanya, berkonsultasi, dan berdiskusi langsung dengan para narasumber. Suasana diskusi berjalan hangat dan penuh harap serta banyak Da’i mengungkapkan rasa syukur atas perhatian tersebut.

“Selama ini kami berdakwah dengan sekuat tenaga, dan hari ini kami merasa diperhatikan dan dihargai, program rumah subsidi ini adalah anugerah yang sangat besar bagi kami dan keluarga. Terima kasih kepada MUI Pusat, IsDF, dan BAZNAS RI,” ujat salah dai.

Melalui kegiatan tersebut, IsDF MUI, BAZNAS RI, BP TAPERA, dan BSN menegaskan komitmen bersama untuk terus bersinergi menghadirkan solusi nyata bagi umat, memuliakan para da’i, guru ngaji, marbot serta memperkuat sistem pengelolaan dana sosial Islam yang berkeadilan dan berkelanjutan.(cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#da'i #majalengka #rumah subsidi #mui