Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wali Kota Depok Supian Suri Ultimatum Camat dan Lurah Setelah Disorot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Arif Al Fajar • Rabu, 10 Juni 2026 | 23:49 WIB
Wali Kota Depok Supian Suri memberikan arahan di Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan bagi camat dan lurah yang berlangsung di LORIN Sentul Hotel, Rabu, 10 Juni 2026.(Dok. Diskominfo Depok)
Wali Kota Depok Supian Suri memberikan arahan di Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan bagi camat dan lurah yang berlangsung di Lorin Sentul Hotel, Rabu, 10 Juni 2026.(Dok. Diskominfo Depok)

RADAR BOGOR - Wali Kota Depok Supian Suri mengumpulkan seluruh camat dan lurah setelah menjadi sorotan dalam kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait tidak terjawabnya panggilan telepon kepada sejumlah pejabat wilayah.

Dalam pertemuan tersebut, Supian menekankan pentingnya keterlibatan langsung aparatur kecamatan dan kelurahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Arahan itu disampaikan saat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan bagi camat dan lurah yang digelar di Lorin Sentul Hotel, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Supian, kebersihan dan ketertiban lingkungan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Depok. Karena itu, para camat dan lurah diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing agar kondisi lingkungan tetap tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga: Proyek Pelebaran Jalan Pemuda dan Jalan Enggram di Depok Dimulai, DPUPR Mulai Lakukan PLB

“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh camat dan lurah yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Depok,” ujar Supian sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemkot Depok.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Depok akan menerapkan sistem evaluasi kebersihan antar-kelurahan secara berkala. Hasil penilaian tersebut nantinya akan diumumkan sebagai bentuk transparansi sekaligus dorongan bagi setiap wilayah untuk terus berbenah.

Kelurahan dengan kondisi lingkungan terbaik akan mendapat apresiasi, sementara wilayah yang masih kurang optimal akan menjadi bahan evaluasi bersama.

Selain itu, Supian menegaskan bahwa kebersihan wilayah akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja aparatur. Bahkan, tidak menutup kemungkinan aspek tersebut turut berpengaruh terhadap evaluasi tunjangan kinerja camat dan lurah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menetapkan hari Jumat sebagai momentum kerja bakti bersama. Aparatur pemerintah diminta turun langsung ke lapangan untuk membersihkan lingkungan, termasuk bagi pegawai yang menjalankan pola kerja dari rumah.

“Meski tidak berada di kantor, seluruh jajaran tetap harus hadir di tengah masyarakat dan ikut membersihkan lingkungan,” katanya.

Supian menegaskan bahwa tugas camat dan lurah tidak hanya sebatas urusan administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan kondisi wilayah tetap terjaga dengan baik.

Ia bahkan mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan secara penuh tanggung jawab.

“Jika merasa tidak mampu menjalankan tugas tersebut, silakan sampaikan. Banyak yang siap mengemban amanah itu,” tegasnya.

Bermula dari Kunjungan Dedi Mulyadi

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Kota Depok bersama Wali Kota Supian Suri. Dalam agenda tersebut, Dedi meninjau SMAN 1 Depok yang masuk program Sekolah Maung, memantau kondisi lingkungan di kawasan Juanda, hingga mengecek wilayah perbatasan antara Depok dan Jakarta.

Saat berada di salah satu titik perbatasan, Dedi menemukan tumpukan sampah yang cukup mencolok. Ia kemudian meminta Supian untuk memanggil camat dan lurah setempat agar datang ke lokasi.

Supian pun berupaya menghubungi bawahannya melalui telepon. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons. Situasi itu kemudian memancing candaan dari Dedi Mulyadi.

“Ada wali kota menelepon lurah tapi tidak diangkat. Besok ganti saja dengan hansip,” ujarnya seraya bercanda.

Supian mencoba menjelaskan kemungkinan penyebabnya dengan menyebut bahwa camat dan lurah yang dimaksud mungkin sedang mengikuti rapat koordinasi.

“Mungkin sedang rakor,” kata Supian.

Mendengar alasan tersebut, Dedi kembali melontarkan komentar bernada humor.

“Lurah jangan terlalu banyak rapat koordinasi,” ucapnya.

DPRD Minta Evaluasi

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian dari DPRD Kota Depok. Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto, menilai kejadian itu cukup disayangkan karena terjadi di hadapan publik.

Menurutnya, panggilan dari kepala daerah semestinya menjadi prioritas bagi jajaran pemerintah daerah, termasuk camat, lurah, maupun kepala perangkat daerah lainnya.

“Sangat disayangkan jika hal seperti itu terjadi, terlebih disaksikan masyarakat luas,” katanya.

Siswanto mengingatkan bahwa sejak awal dirinya telah meminta seluruh aparatur Pemkot Depok untuk mampu mengikuti ritme kerja Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah yang dikenal aktif turun ke lapangan.

Menurutnya, kedua pemimpin tersebut memiliki gaya kepemimpinan yang dinamis dan tidak hanya mengandalkan pekerjaan dari balik meja.

Karena itu, seluruh jajaran pemerintahan diminta meningkatkan kesiapan dan responsivitas dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa alasan apa pun, termasuk sedang mengikuti rapat koordinasi, tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengabaikan panggilan kepala daerah.

“Rapat dilakukan untuk mendukung pekerjaan. Ketika wali kota memanggil dalam rangka tugas kedinasan, tentu itu juga bagian dari pekerjaan yang harus diprioritaskan,” ujarnya.

Siswanto pun mendorong agar dilakukan evaluasi terhadap aparatur yang dinilai kurang responsif. Ia juga sependapat dengan pesan Gubernur Jawa Barat agar pejabat di tingkat daerah tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dalam rapat dan lebih sering hadir di tengah masyarakat.

“Lebih banyak turun ke lapangan. Jika tidak mampu mengikuti tuntutan kerja tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi,” pungkasnya.(faj)

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #depok #gubernur jawa barat #supian suri