RADAR BOGOR - Warga Kabupaten Cianjur dan sejumlah wilayah di sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Minggu pagi, 14 Juni 2026 pukul 05.13.06 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tersebut berkekuatan Magnitudo 2,9 dan berasal dari aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.
Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, pusat gempa bumi berada pada koordinat 6,99 Lintang Selatan dan 107,15 Bujur Timur.
Episenter gempa diketahui berada di daratan, sekitar 18 kilometer di selatan Kabupaten Cianjur, dengan kedalaman 5 kilometer.
Kedalaman yang tergolong dangkal tersebut membuat getaran sempat dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa karakteristik gempa menunjukkan adanya keterkaitan dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Bansos Rp5,4 Juta per Orang Bukan Program Baru, Ini Fakta dan Penjelasan Resminya
"Jika dilihat dari posisi episenter dan kedalaman sumber gempanya, peristiwa ini termasuk gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah setempat," ujar Hartanto.
Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG, guncangan dirasakan di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Sukabumi, serta Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
Intensitas gempa tercatat pada skala II-III MMI. Pada tingkat ini, getaran dapat dirasakan cukup jelas di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seperti ada kendaraan berat atau truk besar yang melintas di sekitar bangunan.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga menyampaikan bahwahingga pukul 05.35 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock di wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG agar terhindar dari hoaks yang beredar di media sosial.
Informasi resmi terkait gempa bumi dapat diakses melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi BMKG yang telah terverifikasi. (***)