RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menunjukkan kebiasaannya berdialog langsung dengan masyarakat.
Kali ini, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) berbincang dengan seorang ibu yang ingin berjualan namun masih terkendala modal usaha.
Dalam percakapan di dalam angkot tersebut, Dedi Mulyadi mencoba menggali peluang usaha yang bisa dijalankan dengan modal relatif kecil.
Menurutnya, modal sekitar Rp400 ribu sebenarnya sudah cukup untuk memulai usaha makanan ringan yang memiliki risiko kerugian lebih rendah.
Dedi Mulyadi menjelaskan, produk seperti opak, atau camilan ringan lainnya lebih aman untuk dijual dibanding kue basah karena memiliki daya tahan yang lebih lama.
"Kalau makanan ringan tidak habis hari ini, masih bisa dijual lagi besok. Berbeda dengan kue basah yang berisiko rusak jika tidak laku," ujar Dedi Mulyadi saat akan menuju kawasan Candi Batujaya di Kabupaten Karawang.
Dedi Mulyadi Heran, Kenapa Tak Berani Meminjam Modal
Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi mempertanyakan alasan sang ibu belum berani mencari tambahan modal untuk memulai usaha.
Dedi Mulyadi menilai, modal usaha sebesar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu seharusnya bisa membantu meningkatkan penghasilan keluarga apabila dikelola dengan baik.
Namun, jawaban yang diberikan sang ibu ternyata cukup menyentuh.
Perempuan tersebut mengaku, tidak berani meminjam uang karena khawatir tidak mampu mengembalikannya di kemudian hari.
"Takut tidak bisa membayar. Kalau sampai tidak terbayar, nanti malah jadi masalah," ungkapnya.
Takut Berutang, Pilih Bertahan dengan Kondisi yang Ada
KDM kemudian, mencoba memberikan pandangan bahwa dalam dunia usaha selalu ada risiko yang harus dihadapi.
Menurutnya, banyak pelaku usaha besar maupun kecil yang berani mengambil langkah untuk mengembangkan usaha, termasuk melalui pembiayaan atau pinjaman yang diperhitungkan secara matang.
Namun, sang ibu tersebut tetap berpegang pada prinsip hidup yang sederhana.
Baginya, ketenangan hidup lebih penting dibanding harus memikul beban utang yang belum tentu mampu dibayar.
Ia memilih, menjalani usaha secara perlahan sesuai kemampuan yang dimiliki daripada mengambil risiko yang menurutnya terlalu besar. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim