RADAR BOGOR - Perjalanan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuju Candi Batujaya di Kabupaten Karawang kembali menghadirkan kisah yang menyentuh.
Saat menaiki angkutan kota (angkot), KDM (sapaan Dedi Mulyadi) bertemu seorang pemuda bernama Azis yang baru pulang bekerja dari Pasar Induk Cikopo.
Percakapan yang awalnya sederhana, berubah menjadi cerita tentang perjuangan seorang anak muda yang harus meninggalkan bangku sekolah sejak dini demi membantu perekonomian keluarga.
Hanya Lulusan SD, Azis Pilih Bekerja daripada Menganggur
Dalam dialog tersebut, Azis mengaku bekerja membantu pedagang sayuran di Pasar Induk Cikopo, Kabupaten Purwakarta.
Ia bertugas, membantu aktivitas bongkar muat dan pekerjaan lainnya di kios milik seorang pedagang asal Majalengka.
Kepada Dedi Mulyadi, Azis mengungkapkan bahwa penghasilannya tidak menentu. Dalam sehari ia biasanya memperoleh upah sekitar Rp50 ribu, namun pekerjaan tidak selalu tersedia setiap hari.
"Kadang kerja, kadang tidak. Tergantung ada pekerjaan atau tidak," ungkap Azis.
Pemuda itu juga mengaku hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah dasar.
Setelah lulus SD, ia langsung bekerja mengikuti ayahnya yang berprofesi sebagai petani.
KDM Soroti Potensi Anak Muda yang Mau Bekerja Keras
Mendengar kisah tersebut, Dedi Mulyadi memberikan apresiasi atas semangat kerja Azis yang tetap berusaha mencari nafkah meski memiliki keterbatasan pendidikan.
Menurut Dedi, kemauan untuk bekerja merupakan modal penting yang harus dihargai.
Ia kemudian menanyakan kemungkinan Azis untuk bekerja di sektor lain yang menawarkan penghasilan lebih baik.
"Kalau ada pekerjaan untuk pemeliharaan dan kebersihan jalan provinsi dengan upah sekitar Rp130 ribu per hari, mau tidak?," tanya Dedi Mulyadi.
Baca Juga: 33,2 Juta KPM Masuk Daftar Penerima Bansos Pangan Tambahan, Simak Juga Update PKH dan BPNT Tahap 2
Azis pun menyatakan kesiapannya apabila kesempatan tersebut benar-benar tersedia.
Tetap Sisihkan Penghasilan untuk Orang Tua
Hal yang membuat Dedi Mulyadi semakin terkesan adalah kebiasaan Azis menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu orang tua di kampung.
Meski pendapatannya tergolong kecil, Azis mengaku, rutin memberikan uang kepada orang tuanya setiap kali pulang ke rumah. Dalam sebulan, jumlah yang diberikan bisa mencapai sekitar Rp300 ribu.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi memuji sikap Azis yang tetap berbakti kepada keluarga.
"Ini yang patut dicontoh. Penghasilan tidak besar, tetapi masih ingat membantu orang tua," ujar Dedi Mulyadi.
Dapat Bantuan untuk Orang Tua, Azis Diminta Menjaga Amanah
Di akhir percakapan, KDM memberikan sejumlah uang kepada Azis dan secara khusus meminta agar uang tersebut diserahkan seluruhnya kepada kedua orang tuanya.
Dengan nada bercanda namun penuh pesan moral, Dedi Mulyadi mengingatkan, agar bantuan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
Ia bahkan menyampaikan, seluruh percakapan mereka terekam sehingga dapat menjadi pengingat bagi Azis untuk menepati janjinya.
Potret Anak Muda yang Tetap Berjuang di Tengah Keterbatasan
Pertemuan singkat antara Dedi Mulyadi dan Azis, menjadi gambaran nyata kehidupan banyak anak muda di pedesaan yang harus bekerja sejak usia muda demi membantu keluarga.
Di tengah keterbatasan pendidikan dan peluang kerja, Azis memilih tetap bekerja keras daripada berpangku tangan.
Baca Juga: Dosen Unpak Bogor Kembangkan Gummy Ikan Teri untuk Cegah Kekurangan Kalsium pada Anak
Sikap itulah yang menarik perhatian Dedi Mulyadi hingga membuka peluang pekerjaan yang lebih baik baginya.
Kisah tersebut menjadi pengingat, masih banyak generasi muda yang berjuang dari bawah, namun tetap memiliki semangat untuk bekerja, membantu orang tua, dan membangun masa depan yang lebih baik. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim