Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Jawa Barat Catat, Waspadai Beberapa Penyakit Ini pada Musim Kemarau Ekstrem

Eka Rahmawati • Senin, 22 Juni 2026 | 22:44 WIB
Area pesawahan di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor mengalami kekeringan. (Hendi Novian/Radar Bogor)
Ilustrasi: Area pesawahan mengalami kekeringan. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering tahun ini mendorong Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.

Sejumlah penyakit yang kerap muncul saat kemarau ekstrem antara lain diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga malnutrisi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau dapat menurunkan tingkat kebersihan lingkungan.

Kondisi tersebut membuat konsentrasi bakteri dan virus meningkat sehingga risiko penyebaran penyakit, terutama diare, menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Sungai Cileungsi Bogor Jadi Andalan saat Kemarau, Akses Jalan Dikeluhkan

Selain itu, cuaca panas yang berkepanjangan juga berpotensi menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan atau mengalami dehidrasi. Masyarakat juga diminta mewaspadai heatstroke, yakni kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis akibat paparan panas berlebih.

"Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis," ujar Vini dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, ISPA juga menjadi salah satu penyakit yang sering meningkat saat musim kemarau akibat memburuknya kualitas udara serta paparan debu dan asap di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, kemarau berkepanjangan dapat memengaruhi produksi pangan karena berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian. Kondisi tersebut berpotensi memicu masalah kekurangan gizi atau malnutrisi pada masyarakat.

Untuk mengurangi risiko berbagai penyakit selama musim kemarau, Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau masyarakat menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti mencukupi kebutuhan cairan tubuh, beristirahat yang cukup, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di bawah sinar matahari langsung, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak penanaman pohon, serta menghindari pembakaran sampah maupun lahan yang dapat memperburuk kualitas udara.

“Jangan melakukan pembakaran sampah maupun lahan,” tegas Vini.

Editor : Eka Rahmawati
#jawa barat #kemarau #penyakit