Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Dedi Mulyadi Siap jadi Anak Angkat Lansia

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 29 Juni 2026 | 09:53 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat bersama kader Muhammadiyah. (LEMBUR PAKUAN CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat bersama kader Muhammadiyah. (LEMBUR PAKUAN CHANNEL)

RADAR BOGOR - Kabupaten Garut dinilai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memiliki modal besar untuk menjadi daerah yang maju. 

Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), kekayaan alam, budaya, hingga kekuatan organisasi kemasyarakatan yang berkembang di wilayah tersebut semestinya mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang masih terjadi.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri kegiatan bersama keluarga besar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Kabupaten Garut.

Garut Dinilai Memiliki Potensi Luar Biasa

Dalam sambutannya, KDM menggambarkan Garut sebagai daerah yang memiliki beragam keunggulan.

Baca Juga: Siap-siap, 6 Bansos Ini Cair Dirapel Mulai Juli 2026, Ada yang Baru?

Dedi Mulyadi menyebut berbagai komoditas dan kekayaan alam khas Garut sudah dikenal luas, mulai dari domba Garut, jeruk Garut, tembakau berkualitas, panorama pegunungan, hingga dodol Garut yang menjadi ikon kuliner daerah.

"Garut memiliki begitu banyak potensi. Hampir semua yang terbaik ada di Garut, baik dari hasil alam, budaya maupun sumber daya manusianya," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurut KDM, Garut juga memiliki sejarah panjang sebagai salah satu daerah yang menjadi basis perkembangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Indonesia.

Minta Persoalan Sosial Diselesaikan Bersama

Dedi Mulyadi menilai, keberadaan organisasi Islam yang kuat seharusnya mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

KDM berharap persoalan seperti kemiskinan, stunting, buta huruf, hingga kenakalan remaja dapat ditekan melalui kerja sama antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

"Kalau masyarakatnya sudah memiliki akhlak yang baik dan organisasi keagamaannya kuat, semestinya persoalan-persoalan itu bisa terus dikurangi bahkan dihilangkan," katanya.

Menurut KDM, dakwah dan pembinaan tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan internal organisasi.

Ajak Ormas Turun Langsung ke Tengah Masyarakat

Dedi Mulyadi mengajak, seluruh organisasi masyarakat, baik yang bergerak di bidang keagamaan maupun nonkeagamaan, untuk lebih aktif menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

KDM menilai, sasaran pembinaan harus diarahkan kepada anak-anak dan remaja yang menghadapi persoalan sosial, seperti korban keluarga tidak utuh (broken home), anak yang kurang mendapat perhatian orang tua karena bekerja di luar daerah, hingga remaja yang rentan terjerumus ke dalam pergaulan negatif.

Baca Juga: Nasi Bayam Pedas Gurih, Menu Rumahan Viral dengan Ayam Goreng Renyah dan Bikin Nagih

Menurut Dedi Mulyadi, pendekatan yang mengedepankan kasih sayang akan lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan nasihat.

"Sambangi mereka, peluk dengan penuh kasih sayang, ajak mengikuti kegiatan yang positif, lalu antar mereka pulang ke rumah," ujarnya.

Dorong 'Aisyiyah Menjadi Orang Tua Asuh

Dalam kesempatan itu, KDM juga mengajak kader 'Aisyiyah untuk mengambil peran lebih besar sebagai pendamping bagi anak-anak yang kehilangan perhatian keluarga.

Ia berharap, kader 'Aisyiyah dapat menjadi sosok ibu asuh bagi anak-anak yang membutuhkan bimbingan dan kasih sayang.

Menurut Dedi Mulyadi, langkah tersebut akan menjadi bentuk nyata dakwah sosial yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: 7 Curug Indah di Jawa Barat dengan Jalur Trekking Ramah Anak, Cocok untuk Liburan Keluarga

Sementara itu, dengan gaya khas yang disambut tawa hadirin, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyelipkan candaan, dirinya siap menjadi "anak angkat" para lansia Muhammadiyah.

Candaan tersebut, menjadi pencair pidatonya yang sarat ajakan agar organisasi kemasyarakatan tidak hanya fokus membangun internal, tetapi juga hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #KDM #muhammadiyah #gubernur jawa barat #garut