Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hari Keluarga Nasional 2026, Dedi Aroza: Perkuat Peran Keluarga Hadapi Tantangan Zaman

Eka Rahmawati • Senin, 29 Juni 2026 | 19:46 WIB
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Dedi Aroza. (Dok. Dedi Aroza)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Dedi Aroza. (Dok. Dedi Aroza)

RADAR BOGOR - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Dedi Aroza, mengingatkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan arah tumbuh kembang anak di tengah semakin kompleksnya tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Menurut Dedi Aroza, berbagai persoalan yang belakangan sering muncul, mulai dari kasus kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), menurunnya kualitas komunikasi dalam keluarga, hingga paparan konten negatif di media digital, menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk semakin serius memperkuat ketahanan keluarga.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Masih Berproses, Ini Daftar Wilayah yang Sudah SI

"Momentum Hari Keluarga Nasional jangan hanya menjadi seremoni tahunan. Ini saat yang tepat untuk mengingatkan kembali bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak. Nilai-nilai akhlak, kepedulian, kedisiplinan, hingga kemampuan menyaring pengaruh negatif, semuanya berawal dari rumah," ujar Dedi Aroza di Bogor, Senin, 29 Juni 2026.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Dedi Aroza menyebut momentum Hari Keluarga Nasional 2026 untuk memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan zaman. (Dok. Dedi Aroza)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Dedi Aroza menyebut momentum Hari Keluarga Nasional 2026 untuk memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan zaman. (Dok. Dedi Aroza)

Ia menjelaskan bahwa komitmen membangun keluarga yang berkualitas juga telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Regulasi tersebut mendorong terciptanya keluarga yang mandiri, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai perubahan sosial yang terus berkembang.

Menurut Dedi, keberadaan aturan tersebut harus diiringi dengan implementasi nyata di tengah masyarakat. Orang tua dituntut tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menyediakan waktu untuk berdialog, mendampingi proses belajar anak, serta mengawasi penggunaan gawai dan media sosial secara bijaksana.

"Di era digital seperti sekarang, perhatian orang tua menjadi semakin penting. Anak membutuhkan pendampingan, bukan sekadar akses terhadap teknologi. Komunikasi yang hangat dan kehadiran orang tua akan menjadi benteng yang kuat dalam mencegah berbagai penyimpangan perilaku," jelasnya.

Dedi juga mengajak sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Menurutnya, membangun keluarga yang tangguh merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas orang tua semata.

"Kita ingin melahirkan generasi Jawa Barat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Semua itu berawal dari keluarga yang mampu menjalankan fungsi pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan pembinaan moral secara utuh," tuturnya.

Menutup keterangannya, Dedi Aroza berharap semangat Hari Keluarga Nasional 2026 menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat keharmonisan keluarga sebagai investasi terbaik bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, keluarga yang kokoh akan melahirkan masyarakat yang kuat, sehingga berbagai persoalan sosial dapat dicegah sejak dari lingkungan rumah. (unt)

Editor : Eka Rahmawati
#dedi aroza #hari keluarga nasional #jawa barat