Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Depositkan Rp1 Miliar untuk Korban Taufik Hidayat, Dampingi sampai Sembuh

Eka Rahmawati • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:41 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan Apresiasi Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Bale Gede Pakuan, Gedung Pakuan. (Dok. Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan mendampingi korban penganiayaan Taufik Hidayat. (Dok. Pemprov Jabar)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau kondisi YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin, 29 Juni 2026 lalu.

Setibanya di RSHS, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM disambut jajaran direksi rumah sakit, di antaranya Direktur Utama RSHS H. Rachim Dinata Marsidi, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian Fitra Hengyana, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Herry Rukmana.

Sebelum menemui korban, KDM terlebih dahulu menggelar pertemuan dengan jajaran direksi. Selanjutnya, bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat R. Vini Adiani Dewi, ia berdiskusi dengan sekitar 14 dokter dari berbagai disiplin ilmu yang menangani pasien di Auditorium Mother and Child Healthcare Center (MCHC) RSHS.

Baca Juga: Hendak Menyeberangi Rel, Pria 62 Tahun Meregang Nyawa Tertemper KRL di Cilebut Bogor

Dalam kesempatan tersebut, KDM mengatakan kunjungannya bertujuan memastikan perkembangan kondisi korban sekaligus mengetahui rencana penanganan medis yang akan dilakukan tim dokter.

Dedi Mulyadi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada korban hingga proses pemulihan selesai.

“Paling utama melihat perkembangan dan rencana-rencana ke depan dari sisi medik. Insya Allah tadi sudah disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendampingi sampai sembuh,” ujar Dedi Mulyadi, dalam siaran pers Humas Jabar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Utama RSHS H. Rachim Dinata Marsidi menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyediakan dana sebesar Rp1 miliar yang ditempatkan di RSHS untuk mendukung seluruh kebutuhan pengobatan YTR.

Menurut Rachim, fokus utama tim medis selama satu bulan pertama adalah menangani infeksi yang masih dialami pasien. Langkah tersebut dinilai penting karena tindakan operasi belum dapat dilakukan sebelum kondisi infeksi benar-benar terkendali.

“Kami dalam sebulan ini fokus di menghilangkan infeksi karena tidak bisa kita langsung operasi kalau infeksi masih ada, tidak akan sembuh,” kata Rachim menjelaskan kondisi korban.

Ia menambahkan, rumah sakit telah menyusun tahapan perawatan secara menyeluruh, termasuk penanganan pada bagian wajah dan kaki korban. Berdasarkan perkiraan tim medis, proses pemulihan YTR diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga kondisinya dapat pulih secara optimal.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #taufik hidayat