RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti besaran honor yang diterima anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) saat menghadiri kegiatan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Kabupaten Sumedang.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengaku memahami secara langsung kondisi kehidupan masyarakat desa, termasuk keseharian para anggota BPD.
Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), pengalaman hidup di lingkungan pedesaan membuat dirinya mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi perangkat dan lembaga desa.
Baca Juga: Usai Viral Keributan, THM di Kota Bogor Ini Kedapatan Jual Minol Golongan B dan C
"Saya setiap hari hidup di desa, jadi saya tahu berapa honor anggota BPD," ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Honor Kecil, Semangat Mengabdi Tetap Tinggi
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan, masih ada anggota BPD yang menerima honor sekitar Rp100 ribu setiap bulan.
Meski nominalnya sangat terbatas, KDM menilai, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk tetap menjalankan tugas melayani masyarakat.
Menurut Dedi Mulyadi, sebagian besar anggota BPD tidak menggantungkan kebutuhan hidup dari honor yang diterima sebagai anggota lembaga desa.
Mereka memiliki mata pencaharian utama di berbagai sektor ekonomi sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
Dedi Mulyadi menyebut, banyak anggota BPD yang bekerja sebagai petani, peternak, nelayan, pedagang, hingga menjalankan berbagai usaha lainnya.
Dengan gaya khas yang diselingi candaan, Dedi Mulyadi juga sempat berkelakar, mungkin saja ada yang memperoleh penghasilan dari profesi lain.
Pernyataan tersebut pun mengundang gelak tawa peserta yang hadir dalam acara tersebut.
Pengabdian Dinilai Lebih Besar dari Nilai Honor
Dedi Mulyadi menilai, pengabdian anggota BPD tidak bisa diukur hanya dari besaran honor yang diterima.
Baginya, semangat melayani masyarakat desa tetap terlihat meskipun insentif yang diperoleh relatif kecil.
Baca Juga: Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Swiss Tantang Argentina di Perempat Final
Ia menegaskan, dedikasi para anggota BPD menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung jalannya pemerintahan desa serta menjaga aspirasi masyarakat di tingkat lokal.
Pernyataan Dedi Mulyadi dalam acara ABPEDNAS Kabupaten Sumedang tersebut, kembali menjadi perhatian publik karena menyoroti realitas yang masih dihadapi sebagian anggota BPD di berbagai daerah, yakni tetap mengabdi meski menerima honor yang relatif minim. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim