Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Ungkap Rahasia Desa Tangguh yang Mulai Terlupakan

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 8 Juli 2026 | 08:59 WIB
Gubernur Jawa Barat, KDM saat hadiri kegiatan ABPEDNAS di Kabupaten Sumedang.  (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat, KDM saat hadiri kegiatan ABPEDNAS di Kabupaten Sumedang. (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengingatkan, pentingnya menjaga nilai-nilai luhur masyarakat desa di tengah perkembangan teknologi dan semakin kuatnya kelembagaan organisasi hingga tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi) saat menghadiri kegiatan ABPEDNAS di Kabupaten Sumedang. 

Menurut Dedi Mulyadi, organisasi desa saat ini telah berkembang pesat dengan dukungan sistem kelembagaan yang terintegrasi melalui teknologi informasi. 

Baca Juga: Tiga Musisi Indonesia Isi Soundtrack Moana Live Action Lewat Lagu Sepanjang Jalan

Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat masyarakat kehilangan identitas dan karakter asli desa.

"Organisasi (ABPEDNAS) ini di Indonesia semakin kuat hingga tingkat desa. Kelembagaannya pun sudah terhubung melalui teknologi informasi. Tetapi, sebagai orang desa kita tidak boleh melupakan jati diri," ujar Dedi Mulyadi.

Nilai-Nilai Desa Menjadi Pondasi Kehidupan Masyarakat

Dedi menjelaskan, kekuatan desa bukan hanya diukur dari pembangunan fisik maupun kemajuan teknologi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, ketenangan, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

KDM mengutip, sejumlah falsafah Sunda yang menggambarkan kehidupan masyarakat desa, seperti ngenah nyandang, ngunah nyanding, ngunah nyandung, yang menurutnya mencerminkan kehidupan yang mapan, saling mendampingi, serta mampu membangun kesejahteraan bersama.

Baca Juga: Liburan Sekolah ke Bandung, Nikmati Kuliner, Penginapan, dan Wisata Estetik

Dengan gaya khas yang mengundang tawa peserta, Dedi Mulyadi bahkan menyelipkan candaan mengenai ungkapan tersebut. 

Namun, di balik humor itu, KDM menekankan, masyarakat desa harus tetap hidup dalam suasana yang damai dan harmonis.

Desa Harus Menjadi Tempat yang Tenang dan Sulit Terprovokasi

Gubernur Jawa Barat itu juga menyinggung, filosofi ngahenang ngahening yang menggambarkan suasana desa yang tenteram. 

KDM mengaitkannya dengan ungkapan Sunda tiis ceuli, herang mata, yang bermakna masyarakat tidak mudah terpengaruh isu maupun provokasi.

Menurut Dedi Mulyadi, karakter masyarakat desa sejak dahulu dikenal tidak mudah bereaksi terhadap berbagai informasi yang belum tentu benar. 

Sikap tersebut menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas di lingkungan masyarakat.

"Orang desa itu jarang terlibat dalam berbagai bentuk provokasi karena mereka memiliki prinsip hidup yang kuat," kata KDM.

Kemakmuran Berawal dari Kerja Keras Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak hanya bergantung pada siapa yang menjadi pemimpin. 

Baca Juga: Usai Viral Keributan, THM di Kota Bogor Ini Kedapatan Jual Minol Golongan B dan C

Ia menyebut, masyarakat desa memiliki filosofi sederhana bahwa siapa pun presiden, gubernur, bupati, maupun kepala desa yang memimpin, kehidupan tetap harus dijalani dengan bekerja.

Menurutnya, keberhasilan dan kemakmuran pada akhirnya ditentukan oleh usaha setiap individu. 

Meski demikian, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kehadiran pemimpin yang adil dan berpihak kepada rakyat akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

"Siapa pun pemimpinnya, kalau tidak bekerja tentu tidak akan memperoleh penghasilan. Namun, pemimpin yang adil akan membuka jalan yang lebih cepat menuju kemakmuran," tutur Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Swiss Tantang Argentina di Perempat Final

Melalui pesan tersebut, KDM mengajak seluruh masyarakat desa untuk terus menjaga karakter, budaya, dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama membangun desa yang kuat, damai, dan sejahtera di tengah perkembangan zaman. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #KDM #gubernur jawa barat #Abpednas #desa