RADAR BOGOR - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jabodetabek-Banten (BSJB) menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 5 hingga 6 Juli 2026 di Puncak, Bogor.
Agenda krusial ini melahirkan kepemimpinan baru guna memperkuat roda organisasi dan arah pergerakan mahasiswa di wilayah tersebut.
Dalam musyawarah yang dihadiri oleh perwakilan kampus-kampus Se-Jabodetabek-Banten, Muhammad Raihan Fauzi, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Mahasiswa ITB Dewantara, secara resmi diberikan mandat sebagai Penjabat Sementara (PJS) Koordinator Wilayah (Korwil) Jabodetabek-Banten BEM SI.
Baca Juga: Warga Binaan Lapas Cibinong Bogor Bisa Cek Remisi dan Tanggal Bebas Lewat Saung Kahiji
Keputusan ini diambil untuk menggantikan estafet kepemimpinan dari Korwil sebelumnya, yaitu IPB, serta transisi dari UNJ yang sebelumnya memegang amanah sebagai PJS Korwil BSJB BEM SI.
Pergantian ini disambut baik oleh seluruh elemen sebagai langkah penyegaran dan penguatan sinergi antar-kampus di wilayah Jabodetabek dan Banten.
"Penetapan ini merupakan bentuk kepercayaan kolektif dari seluruh anggota untuk menjaga ritme pergerakan BEM SI BSJB ke depan. Kami akan fokus pada penguatan advokasi isu-isu strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional," ujar salah satu perwakilan BEM SI, Indra Mahfuzhi, Rabu, 8 Juli 2026.
Dalam proses transisi ini, Aliansi BEM SI BSJB menyampaikan apresiasi kepada IPB dan UNJ atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menjaga stabilitas serta marwah gerakan mahasiswa selama masa kepengurusan sebelumnya.
Dengan nakhoda baru, Muhammad Raihan Fauzi, Aliansi BEM SI Jabodetabek-Banten berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
"Sinergi dan konsolidasi akan menjadi prioritas utama guna memastikan setiap langkah yang diambil memiliki dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.
Musyawarah Wilayah ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan gerakan mahasiswa yang lebih solid, kritis, dan responsif terhadap dinamika sosial-politik di Indonesia. (abl)