RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana menerapkan kebijakan baru yang mengaitkan kepedulian terhadap lingkungan dengan program subsidi pendidikan.
Melalui kebijakan tersebut, para siswa nantinya didorong untuk aktif mengumpulkan dan memilah sampah sebagai bagian dari syarat penerimaan bantuan pendidikan.
Langkah ini, disiapkan sebagai upaya membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak usia sekolah sekaligus mengurangi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi Soroti Kebiasaan Merekam Sampah
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi menilai, masih banyak masyarakat yang lebih memilih merekam atau memotret tumpukan sampah daripada langsung mengambil tindakan membersihkannya.
Baca Juga: Laptop Bisnis dengan Fitur Keamanan Password dan Enkripsi Lengkap
Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), perubahan pola pikir menjadi kunci agar persoalan sampah tidak terus berulang.
"Sekarang ini kalau ada sampah, orang lebih cenderung merekam atau memvideokannya daripada memungutnya," ujar Dedi Mulyadi di depan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
KDM berharap masyarakat, khususnya generasi muda, mulai membangun budaya peduli lingkungan melalui tindakan nyata, bukan sekadar mengabadikan kondisi di media sosial.
Subsidi Pendidikan Akan Dikaitkan dengan Pengelolaan Sampah
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini memberikan subsidi kepada sekolah negeri maupun swasta.
Ke depan, bantuan tersebut akan disertai persyaratan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah.
Salah satu skema yang sedang disiapkan adalah mewajibkan siswa membawa sampah plastik bersih ke sekolah setiap hari.
Sampah yang telah dikumpulkan nantinya akan diangkut oleh pemerintah untuk disalurkan ke perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang sehingga dapat diolah menjadi bahan baku industri.
"Kami sedang bekerja sama dengan perusahaan yang mengelola sampah menjadi bahan industri. Nantinya sampah plastik bersih yang dibawa siswa akan dikumpulkan di sekolah, kemudian diangkut dan dikirim ke perusahaan daur ulang," jelas Dedi Mulyadi.
Sekolah Didorong Aktif Memilah Sampah
Selain pengumpulan sampah plastik, Dedi Mulyadi juga mendorong setiap sekolah memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri.
Sekolah diharapkan mampu memilah sampah organik dan anorganik, kemudian mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga harus membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap, budaya memilah sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Selain membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program ini juga diharapkan mampu menanamkan tanggung jawab sosial dan kepedulian lingkungan kepada generasi muda sejak dini. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim