RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyiapkan kebijakan baru yang akan menjadikan kegiatan memungut dan memilah sampah sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
Program tersebut dirancang untuk membangun kepedulian lingkungan sejak dini sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Rencana itu disampaikan Dedi Mulyadi setelah mengapresiasi langkah Universitas Islam Bandung (UNISBA) yang telah memasukkan kegiatan pengelolaan dan pemilahan sampah ke dalam sistem pembelajaran mahasiswa.
Apresiasi UNISBA Jadikan Pengelolaan Sampah Bernilai SKS
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat mengaku, mengapresiasi inovasi yang dilakukan UNISBA karena menjadikan aktivitas pengelolaan sampah sebagai bagian dari mata kuliah.
Baca Juga: ONIC Bangkit, Dua Wakil Indonesia Resmi Melaju ke Knockout Stage MSC EWC 2026
Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), kebijakan tersebut layak menjadi contoh bagi dunia pendidikan dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman UNISBA yang sudah menerapkan pengelolaan dan pemilahan sampah sebagai bagian dari SKS. Itu langkah yang sangat baik," ujar Dedi Mulyadi di hadapan Menko Pangan, Zulkifli Hasan.
KDM menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki bobot akademik sebesar 10 Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Akan Diterapkan di Sekolah se-Jawa Barat
Terinspirasi dari program tersebut, Dedi Mulyadi berencana, mengadopsi konsep serupa di jenjang pendidikan dasar hingga menengah di Jawa Barat.
Kebijakan itu akan diterapkan pada SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sementara untuk SD dan SMP, pelaksanaannya akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat.
Menurut Dedi, aktivitas memungut dan memilah sampah nantinya tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan kebersihan semata, melainkan menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk karakter siswa.
Masuk Materi Pembelajaran IPA
Dedi Mulyadi mengungkapkan, kegiatan pengelolaan sampah akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Dengan demikian, siswa diharapkan memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung di sekolah.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep pelestarian lingkungan secara teori, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap, kebijakan ini mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar sekaligus mengurangi persoalan sampah melalui keterlibatan aktif dunia pendidikan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim