Kepada Lulusan IPDN, Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Harus Siap Berkorban Demi Rakyat dan Negara

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto pimpin upacara Pelantikan Pamong Praja Muda XXXIII IPDN 2026, 29 Juli 2026. (Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto pimpin upacara Pelantikan Pamong Praja Muda XXXIII IPDN 2026, 29 Juli 2026. (Sekretariat Presiden)

RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, menjadi seorang pamong praja bukan sekadar menyandang jabatan atau mengenakan seragam. 

Di hadapan ribuan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prabowo mengingatkan bahwa profesi tersebut merupakan jalan pengabdian yang menuntut keberanian, pengorbanan, dan dedikasi penuh kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda XXXIII IPDN Tahun 2026 yang digelar pada Rabu, 29 Juli 2026.

Pengabdian Bukan Jalan yang Mudah

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan para lulusan IPDN telah memilih jalan hidup yang mulia sebagai abdi negara. 

Baca Juga: Nilai Kota Layak Anak Kota Bogor Tembus 836,64, Pemkot Kejar Predikat Utama

Namun, menurutnya, pilihan tersebut bukanlah perjalanan yang ringan karena dipenuhi tantangan dan tanggung jawab besar.

Prabowo menekankan, seorang pamong praja harus siap mengabdikan diri kepada rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Bahkan, pengabdian itu menuntut kesiapan untuk mengorbankan tenaga, pikiran, hingga jiwa dan raga demi kepentingan negara.

"Hari ini saudara telah memilih sebuah jalan hidup yang mulia. Jalan hidup untuk mengabdi kepada rakyat, kepada bangsa, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jalan hidup yang saudara pilih bukan jalan yang mudah, bukan jalan yang ringan, tetapi jalan yang penuh rintangan, kesulitan, tantangan, dan membutuhkan pengorbanan," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Diminta Hadir Saat Rakyat Mengalami Kesulitan

Presiden Prabowo menegaskan, tugas seorang pamong praja adalah hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi persoalan. 

Aparatur pemerintahan, kata dia, harus menjadi harapan sekaligus pemimpin yang mampu memberikan solusi di tengah berbagai kondisi.

Menurut Prabowo, seorang pamong praja harus menjadi pelita bagi masyarakat, memberikan dukungan, serta memastikan negara benar-benar hadir saat rakyat membutuhkan bantuan.

Ia juga mengapresiasi para pamong praja muda yang telah diterjunkan membantu penanganan bencana di Aceh selama satu bulan sebelum resmi dilantik. 

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Cari ASN Berintegritas dan Penuh Inovasi Lewat Seleksi JPTP

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bukti bahwa mereka telah merasakan langsung makna pengabdian kepada masyarakat.

"Sebelum saudara dilantik, saudara sudah dituntut bekerja membantu rakyat ketika mereka menghadapi kesulitan. Itu adalah cerminan tugas seorang pamong praja," kata Prabowo.

Kehormatan Aparatur Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa kehormatan seorang aparatur negara tidak ditentukan oleh pangkat maupun jabatan yang disandang.

Menurut Kepala Negara, ukuran keberhasilan seorang aparatur pemerintahan justru terletak pada manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang diberikan.

Karena itu, Prabowo berharap, seluruh Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN dapat menjalankan amanah dengan integritas, loyalitas, serta semangat melayani rakyat di mana pun mereka bertugas.

"Menjadi pamong praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan. Kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari kedudukannya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh rakyat," tegas Presiden Prabowo Subianto. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
pamong praja rakyat ipdn presiden prabowo subianto