Ungkap Ancaman Indonesia, Presiden Prabowo Singgung Politik Adu Domba

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat upacara pelantikan Pamong Praja Muda XXXIII IPDN 2026, 29 Juli 2026.  (Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat upacara pelantikan Pamong Praja Muda XXXIII IPDN 2026, 29 Juli 2026. (Sekretariat Presiden)

RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan, para Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang harus dijaga melalui pemerintahan yang kuat, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda XXXIII IPDN Tahun 2026 pada Rabu (29/7/2026). 

Dalam pidatonya, Kepala Negara menekankan, kekayaan alam Indonesia selama berabad-abad menjadi daya tarik bangsa lain, sehingga persatuan nasional harus terus dijaga.

Kekayaan Indonesia Jadi Sasaran Sejak Lama

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia, baik dari jumlah penduduk maupun luas wilayahnya. 

Baca Juga: PIK 2 Jadi Destinasi Tepi Laut Favorit untuk Liburan Singkat Warga Bogor

Menurutnya, posisi strategis serta melimpahnya sumber daya alam membuat Indonesia sejak lama menjadi incaran berbagai kekuatan asing.

Prabowo menilai, sejarah mencatat berbagai upaya untuk melemahkan bangsa Indonesia melalui politik pecah belah. 

Strategi tersebut, kata dia, dilakukan dengan memicu perbedaan di tengah masyarakat, mulai dari suku, agama, ras, hingga kelompok sosial.

"Negara kita sangat besar dan sangat kaya. Karena kekayaan itulah Indonesia selama ratusan tahun menjadi sasaran bangsa-bangsa lain," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintahan Bersih Jadi Kunci Kemajuan Bangsa

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia membutuhkan sistem pemerintahan yang efektif, disiplin, dan bebas dari praktik korupsi agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Menurutnya, aparatur pemerintahan harus memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. 

Dengan tata kelola pemerintahan yang baik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Prabowo menambahkan, sejarah banyak negara menunjukkan, pemerintahan yang berintegritas menjadi fondasi utama bagi lahirnya kemakmuran dan stabilitas nasional.

Indonesia Harus Berdiri di Atas Kekuatan Sendiri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan cita-cita besar Indonesia adalah menjadi negara maju, modern, dan mandiri. 

Ia berharap, seluruh lulusan IPDN mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerintahan yang profesional demi menjaga kedaulatan bangsa.

Baca Juga: Nilai Kota Layak Anak Kota Bogor Tembus 836,64, Pemkot Kejar Predikat Utama

Menurut Prabowo, Indonesia harus mampu menentukan arah pembangunannya sendiri tanpa bergantung pada tekanan atau kepentingan negara lain. 

Karena itu, ia mengajak para pamong praja muda untuk menjaga persatuan, memperkuat pelayanan publik, dan membangun pemerintahan yang dipercaya masyarakat.

"Kita ingin Indonesia menjadi negara maju dan modern, berdiri di atas kaki sendiri, tidak diatur, tidak didikte, dan tidak ditipu oleh bangsa lain," tegas Presiden Prabowo Subianto. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
pamong praja ipdn presiden prabowo subianto