RADAR BOGOR - Kisah inspiratif kembali hadir saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menerima kunjungan seorang disabilitas bernama Dini Lestari.
Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi momen penuh haru yang berujung pada hadiah beasiswa pendidikan magister (S2) bagi Dini.
Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi mengaku, masih mengingat sosok Dini karena sebelumnya pernah bertemu di Gedung Sate.
Baca Juga: Dari GBK ke Pusaran Transfer Eropa, Zion Suzuki Diperebutkan Juventus dan PSG
Saat berbincang, ia terkejut mengetahui bahwa perempuan tersebut tetap aktif berkarya meski memiliki keterbatasan fisik.
Tak hanya memiliki hobi merajut, Dini juga dikenal sebagai penulis produktif yang telah menerbitkan belasan buku.
"Saya ingin memotivasi banyak orang bahwa kekurangan bukanlah penghalang. Justru kekurangan bisa menjadi kelebihan jika kita terus berusaha," ujar Dini Lestari, penyandang disabilitas sekaligus penulis.
Rajutan Dikerjakan Selama Tiga Bulan
Dalam kesempatan tersebut, Dini membawa hasil rajutan yang dibuat khusus sebagai hadiah untuk Dedi Mulyadi.
Ia mengungkapkan, karya tersebut diselesaikan selama sekitar tiga bulan dan dikerjakan pada malam hari sepulang bekerja.
Selain berkarya, Dini juga bekerja sebagai tenaga administrasi di usaha mikro milik ibu angkatnya.
Tugasnya meliputi pengelolaan administrasi hingga pencatatan keuangan menggunakan komputer.
Sebagian penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus membantu kedua orang tuanya.
Mendengar kisah tersebut, Dedi Mulyadi mengaku semakin kagum terhadap semangat yang dimiliki Dini.
Sudah Menulis 18 Buku
Percakapan kemudian berlanjut saat Dedi Mulyadi melihat sejumlah buku karya Dini.
Ia baru mengetahui bahwa perempuan tersebut telah menghasilkan sekitar 18 judul buku.
Baca Juga: 789 Dapur MBG di Bogor Serap 38.552 Warga Lokal, Perputaran Ekonomi Tembus Belasan Miliar per Hari
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah buku berjudul Sang Pemimpin Air Mata dan Pelukan, yang mengangkat kisah kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Selain itu, Dini juga telah menulis berbagai buku bertema spiritual, perjalanan umrah, motivasi hingga pengembangan diri.
Dedi Mulyadi mengaku, tidak menyangka dirinya menjadi inspirasi dalam salah satu buku tersebut.
Bahkan, ia sempat bercanda ketika membaca bagian yang menggambarkan sosoknya sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat.
Beasiswa S2 dari Dedi Mulyadi
Dalam dialog itu, Dedi Mulyadi menanyakan pendidikan terakhir Dini.
Ia kemudian mengetahui, Dini telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) di Universitas Islam Negeri (UIN) dan memiliki cita-cita melanjutkan kuliah ke jenjang magister.
Mendengar keinginan tersebut, Dedi Mulyadi langsung memberikan dukungan.
"Saya tidak akan memberikan hadiah dalam bentuk barang. Hadiah saya adalah beasiswa S2 sampai selesai," kata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Rencananya, Dini akan melanjutkan studi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Dedi Mulyadi juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pimpinan kampus agar proses pendidikan Dini dapat berjalan dengan baik.
Buku Akan Diluncurkan di UPI
Tidak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi juga berencana membantu peluncuran buku karya Dini di lingkungan UPI.
Baca Juga: Ini Resep Cungkring Legendaris Khas Bogor yang Gurih, Kenyal, dan Bikin Ketagihan
Ia berharap, karya perempuan tersebut dapat dikenal lebih luas sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat.
Menurut Dedi Mulyadi, Dini merupakan contoh nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkarya, bekerja, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Aspirasi Penyandang Disabilitas Ikut Disampaikan
Di penghujung pertemuan, Dini menyampaikan aspirasi dari komunitas penyandang disabilitas yang selama ini ia dampingi.
Salah satu persoalan yang disampaikan berkaitan dengan pembiayaan terapi bagi anak-anak penyandang disabilitas melalui BPJS.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan, akan mempelajari skema perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal penyandang disabilitas.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan mengkaji kemungkinan kerja sama pembiayaan terapi dengan rumah sakit agar layanan bagi penyandang disabilitas dapat diakses lebih luas.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu ditutup dengan harapan agar Dini terus berkarya, menyelesaikan pendidikan magisternya, serta menjadi sosok inspiratif yang mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk tidak menyerah dalam menghadapi keterbatasan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim