RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang menjadikan lokasi bencana sebagai destinasi untuk dikunjungi.
Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), fenomena tersebut menunjukkan masih rendahnya empati dan kesadaran masyarakat terhadap situasi darurat yang sedang dihadapi para korban.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri acara Groundbreaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Rabu (29/7/2026).
Lokasi Bencana Kerap Menjadi Tempat Berburu Konten
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengungkapkan, setiap kali terjadi bencana di Indonesia, tidak sedikit masyarakat yang justru datang ke lokasi untuk menyaksikan langsung kondisi di lapangan.
Baca Juga: Bank bjb Catat Kinerja Positif, Aset Tembus Rp228,2 Triliun, Laba Tumbuh 58,8 Persen
Menurutnya, kehadiran mereka sering kali bukan untuk membantu proses penanganan maupun memberikan dukungan kepada para korban, melainkan untuk mengabadikan momen melalui foto dan video yang kemudian diunggah ke media sosial.
"Di Indonesia sering kali lokasi bencana justru berubah menjadi pusat keramaian. Banyak orang datang untuk berswafoto, membuat video, lalu membagikannya agar ditonton banyak orang," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Budaya Empati Perlu Diperkuat
Dedi menilai kebiasaan tersebut menjadi cerminan budaya yang perlu diperbaiki.
Ia menggambarkan, karakter masyarakat Indonesia yang dikenal mampu tetap tersenyum dalam berbagai kondisi, bahkan di tengah situasi sulit.
Meski sikap optimistis merupakan nilai positif, menurutnya hal itu tidak boleh mengurangi rasa empati terhadap korban bencana maupun mengabaikan etika saat berada di lokasi terdampak.
"Orang Indonesia memang dikenal mudah tersenyum, baik dalam keadaan susah maupun senang. Namun, ke depan budaya seperti ini harus berubah, terutama ketika menyikapi musibah yang menimpa sesama," kata Dedi.
Ia berharap, masyarakat semakin memahami bahwa lokasi bencana bukanlah tempat untuk mencari hiburan atau membuat konten semata.
Baca Juga: Dari GBK ke Pusaran Transfer Eropa, Zion Suzuki Diperebutkan Juventus dan PSG
Sebaliknya, kata dia, masyarakat diharapkan menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan, mengikuti arahan petugas, serta menghormati proses evakuasi dan pemulihan yang sedang berlangsung.
Menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membangun budaya empati dan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim