Penyebab Suhu Makin Panas, Dedi Mulyadi Spill Jawa Barat Kehilangan 1,2 Juta Ruang Hijau

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 04:09 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan masalah lahan hijau.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan masalah lahan hijau.

RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya mengembalikan keseimbangan lingkungan melalui pembangunan ruang terbuka hijau dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. 

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Rabu (29/7/2026).

Dedi Mulyadi Soroti Perubahan Iklim di Bandung

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi atau KDM mengajak seluruh pihak untuk melihat kondisi lingkungan Jawa Barat yang mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Baca Juga: Jembatan Wika Penghubung Gunung Putri dan Klapanunggal Bogor Ditutup, Ini Cara Sopir Angkot Agar Tetap Beroperasi

Menurutnya, salah satu indikator yang paling mudah dirasakan masyarakat adalah meningkatnya suhu udara di Kota Bandung.

KDM menggambarkan, dahulu masyarakat Bandung terbiasa mengenakan jaket karena udara yang sejuk. 

Namun kini, kondisi tersebut mulai berubah seiring meningkatnya suhu akibat berkurangnya kawasan hijau.

"Harapan kita, masyarakat akan menikmati lingkungan yang lebih bersih, udara yang lebih sehat, dan jumlah pohon yang terus bertambah. Dulu orang ke Bandung memakai jaket, sekarang justru membuka jaket. Ada persoalan yang harus kita benahi bersama," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kehilangan 1,2 Juta Ruang Terbuka Hijau

KDM mengungkapkan, penyebab utama meningkatnya suhu di Jawa Barat adalah menyusutnya jumlah pohon, berkurangnya ruang terbuka hijau, serta rusaknya kawasan pegunungan akibat alih fungsi lahan.

Berdasarkan data yang dimilikinya, dalam 5 tahun terakhir Jawa Barat telah kehilangan sekitar 1,2 juta ruang terbuka hijau akibat kebijakan tata ruang yang kurang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini berupaya mengembalikan fungsi kawasan hijau melalui penataan ulang kebijakan tata ruang agar keseimbangan alam dapat dipulihkan.

Lingkungan Terjaga, Ekonomi Tumbuh Berkelanjutan

Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan ekonomi tidak harus dilakukan dengan mengorbankan lingkungan.

Justru daerah yang mampu menjaga hutan, sumber air, ruang terbuka hijau, serta memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik akan lebih cepat berkembang secara ekonomi.

Baca Juga: Hasil Seleksi Terbuka untuk Jabatan Kosong di Pemkab Bogor Diumumkan Pekan Depan

Ia menilai berbagai daerah maju di dunia menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan lahir dari kebijakan yang menjaga kelestarian alam, bukan dari eksploitasi sumber daya secara berlebihan.

Sebaliknya, wilayah yang terlalu mengeksploitasi kekayaan alam justru berisiko mengalami penurunan kualitas lingkungan sekaligus melemahkan daya dukung pembangunan di masa depan.

Pengelolaan Alam Harus Berkeadilan

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menegaskan, dirinya bukan menolak aktivitas pertambangan.

Namun, menurutnya, seluruh pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara adil dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

KDM menekankan, seorang pemimpin seharusnya tidak hanya memikirkan keuntungan jangka pendek melalui eksploitasi alam, melainkan memiliki tanggung jawab menjaga bumi agar tetap layak diwariskan kepada generasi mendatang.

"Pemimpin yang baik bukan yang berpikir bagaimana mengeksploitasi daerahnya, tetapi bagaimana merawat dan menjaganya demi anak cucu di masa depan. Itu prinsip dasar yang harus kita pegang," kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melalui pembangunan PSEL Legok Nangka, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap, persoalan sampah dapat ditangani secara modern sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
dedi mulyadi KDM gubernur jawa barat bandung