Dedi Mulyadi Peringatkan Camat Coblong Soal Trotoar Semrawut Dekat Gedung Sate: Malu Harusnya

Robecca Sesaria • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:23 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan sidak di kawasan Jalan Surapati, Kota Bandung (Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan sidak di kawasan Jalan Surapati, Kota Bandung (Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menumpahkan kekecewaannya saat meninjau langsung kondisi trotoar di kawasan Jalan Surapati, Kota Bandung.

Lokasi yang berada tak jauh dari pusat pemerintahan Gedung Sate tersebut kedapatan sangat semrawut dan tidak terurus.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Dedi Mulyadi menemukan berbagai pelanggaran di ruang publik, mulai dari trotoar yang dipenuhi pedagang kaki lima (PKL), berdirinya tenda-tenda liar, hingga deretan mobil mangkrak akibat parkir sembarangan yang dibiarkan berbulan-bulan.

Baca Juga: Hasil Cek Saldo KKS Mandiri Terbitan 2017-2021, Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Sudah Cair?

Kondisi tersebut membuat Mantan Bupati Purwakarta ini meradang dan langsung menegur Camat Coblong, Ratna Rahayu Priyati, di tempat.

Dedi Mulyadi menilai fungsi pengawasan dan penataan dari aparatur kewilayahan di tingkat kecamatan maupun kelurahan sama sekali tidak berjalan.

Di hadapan Camat Coblong, sang Gubernur mempertanyakan mengapa kawasan yang menjadi etalase dan wajah ibu kota Provinsi Jawa Barat itu seolah dibiarkan tanpa adanya penanganan yang serius.

Baca Juga: Lewat Program Kami Mendengar, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Perkuat Edukasi Hidup Sehat untuk Siswa

Menurutnya, masalah ketertiban umum seperti PKL dan parkir liar seharusnya diselesaikan oleh pemerintah setempat tanpa harus menunggu Gubernur turun tangan.

Dedi memberikan teguran keras terkait peran kepemimpinan di tingkat wilayah.

"Malu harusnya sampai gubernur ngurusin yang begini. Ini mobil udah 1 bulan parkir di situ. Iya kan? Kalau Ibu nggak berani eksekusi, jangan jadi camat. Kan setiap orang ada fungsinya. Camat berfungsi, kelurahan berfungsi. Kalau camat dan kelurahan berfungsi, gubernur nggak usah ngurusin yang begini," ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Baca Juga: Bakso Gepeng Juara Bogor, Bakso Full Daging Sapi, Menu Lengkap dan Harga Affordable

Ia menekankan bahwa seorang pejabat tingkat kecamatan dituntut untuk memiliki keberanian dalam menegakkan aturan demi ketertiban lingkungan.

Apabila setiap jenjang birokrasi bekerja sesuai porsinya, maka persoalan teknis di lapangan seperti ini bisa dituntaskan dengan cepat.

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan pentingnya menjaga citra Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Buka Suara soal Hubungannya dengan Muhammad Kevin Gusnadi, Begini Ceritanya

Ia meminta agar para pejabat dan pegawai tidak hanya berdiam diri di dalam ruang kerja, melainkan aktif memantau kondisi riil masyarakat di lapangan.***

Editor : Robecca Sesaria
Sumber : YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
dedi mulyadi camat coblong Gubernur dedi mulyadi gedung sate gubernur jawa barat