Kebakaran Lahap 1 Hektare Alun-Alun Barat Suryakencana, Jalur Pendakian TNGGP Ditutup Sementara

Muhammad Ali • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 20:49 WIB
Kebakaran di Alun-alun Barat Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). (Dok. Balai Besar TNGGP)
Kebakaran di Alun-alun Barat Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). (Dok. Balai Besar TNGGP)

RADAR BOGOR – Kebakaran terjadi di kawasan Alun-Alun Barat Suryakencana yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kamis, 6 Agustus 2026.

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadatta Noor Adirahmanta, mengatakan informasi awal mengenai kebakaran diterima pada pukul 15.15 WIB dari masyarakat bernama Dedi, pengelola basecamp, yang melaporkan kejadian tersebut kepada personel Resor PTN Wilayah Gunung Putri.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diperkirakan melanda area seluas sekitar 1 hektare,” ujarnya kepada Radar Bogor dalam surat siaran pers, Jumat, 7 Agustus 2026.

Baca Juga: Polres Bogor dan BMSN Perkuat Sinergi, Kompak Tangkal Hoaks dan Hadirkan Informasi Akurat 

Ia menjelaskan, vegetasi yang terbakar didominasi hamparan rumput kering dan sebagian kecil vegetasi berkayu. 

"Titik kebakaran berada pada radius sekitar 5 meter dari kawasan sabana edelweiss menuju ke arah hutan," ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Resor PTN Gunung Putri bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan para relawan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

"Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lain di sekitarnya," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk menjamin keselamatan pengunjung dan mendukung proses pemulihan kawasan, Balai Besar TNGGP mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor SE.18 Tahun 2026 tentang Penutupan Kegiatan Pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di Alun-Alun Suryakencana TNGGP.

"Meskipun api telah padam, petugas di lapangan tetap melaksanakan pemantauan dan penjagaan secara bergantian selama tiga hari ke depan guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api," imbuhnya.

Sadatta mengapresiasi kesiapsiagaan petugas, Masyarakat Mitra Polhut, relawan, serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam penanganan kebakaran.

Ia juga mengimbau seluruh pengunjung dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi ketentuan yang berlaku di kawasan taman nasional.

"Khususnya terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan, demi menjaga keselamatan dan kelestarian ekosistem Gunung Gede Pangrango," tutupnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
TNGGP pendakian kebakaran