Dedi Mulyadi Usulkan Kenaikan Batas Gaji Orang Tua bagi Mahasiswa Penerima KIP di Jawa Barat

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:44 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan perubahan ketentuan terkait batas penghasilan orang tua mahasiswa penerima KIP. (YouTube Lembur Pakuan Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan perubahan ketentuan terkait batas penghasilan orang tua mahasiswa penerima KIP. (YouTube Lembur Pakuan Channel)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan adanya perubahan ketentuan mengenai batas penghasilan orang tua bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Saat ini, salah satu persyaratan penerima KIP Kuliah berkaitan dengan penghasilan orangtua yang harus berada di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai domisili mahasiswa.

Dengan ketentuan tersebut, calon penerima di Jawa Barat harus memiliki total penghasilan orang tua di bawah sekitar Rp2,3 juta, menyesuaikan besaran UMP Jawa Barat.

Baca Juga: Liverpool Rekrut Ronald Araujo dari Barcelona, Dipinjam dengan Opsi Tebus Rp1 Triliun

Dedi Mulyadi mengusulkan agar batas penghasilan tersebut dinaikkan secara signifikan dan berharap mahasiswa dengan penghasilan gabungan orang tua di bawah Rp10 juta tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh bantuan KIP Kuliah.

“Saya usul agar nanti ketentuannya di bawah Rp10 juta boleh mendapat KIP,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

Usulan tersebut disampaikan Dedi saat memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Jati Padjadjaran, Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Dedi menanggapi sejumlah persoalan yang disampaikan mahasiswa baru, terutama mengenai tingginya biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama menjalani perkuliahan.

Beberapa mahasiswa mengeluhkan besarnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus ditanggung keluarga. Kondisi tersebut bahkan dirasakan oleh keluarga mahasiswa yang orang tuanya bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau PNS.

Selain biaya kuliah, mahasiswa yang diterima melalui jalur prestasi juga menyampaikan persoalan mengenai biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari di kawasan Jatinangor. Keluhan serupa turut disampaikan mahasiswa penyandang disabilitas.

Salah satunya datang dari Gina, mahasiswi penyandang disabilitas netra yang merasa bersyukur karena memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tanpa biaya di Unpad.

Ia berharap perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas semakin besar sehingga mereka dapat memperoleh kesempatan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Dedi meminta mahasiswa tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk menyerah atau menghentikan pendidikan.

Menurutnya, tekad dan kemauan untuk menyelesaikan studi harus tetap dijaga karena persoalan biaya masih dapat dicari jalan keluarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Dedi memberikan bantuan secara langsung kepada sejumlah mahasiswa. Bantuan tersebut di antaranya berupa biaya tempat tinggal selama dua tahun serta pembiayaan kuliah gratis selama lima semester.

Ia juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada mahasiswa yang memiliki rencana menjalankan usaha kecil selama kuliah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus meringankan beban biaya pendidikan.

Dedi mengingatkan mahasiswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas agar tidak merasa rendah diri. Ia menilai kesempatan berkuliah dapat menjadi salah satu pintu menuju kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

Oleh karena itu, gubernur yang kerap disapa KDM itu menegaskan bahwa persoalan ekonomi semestinya tidak menjadi alasan seseorang gagal menyelesaikan pendidikan tinggi.

Selain mengejar pencapaian akademik, Dedi mendorong mahasiswa untuk memperbanyak pengalaman selama berada di lingkungan kampus. Menurutnya, berbagai kesulitan yang dihadapi selama menjalani pendidikan justru dapat dijadikan proses pembelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih tangguh dan mampu menghadapi berbagai persoalan di masa depan.

Editor : Eka Rahmawati
dedi mulyadi kip gaji orang tua mahasiswa