Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Belum Padam, 2 Titik Asap Kembali Terdeteksi

Muhammad Ali • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:22 WIB
Para relawan di lokasi kebakaran kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. (Dok. Balai Besa TNGGP)
Para relawan di lokasi kebakaran kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. (Dok. Balai Besa TNGGP)

RADAR BOGOR – Upaya penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), masih terus dilakukan. Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, petugas masih menemukan titik asap di lokasi kebakaran.

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan petugas pada Senin, 10 Agustus 2026 masih ditemukan asap yang berasal dari dalam serasah di sekitar area yang terbakar.

“Luasan area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5,8 hektare,” ujarnya kepada Radar Bogor melalui surat siaran pers, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi serasah yang cukup dalam menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Sebab, serasah tersebut berpotensi menyimpan bara sehingga dapat memicu kembali munculnya api.

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, Balai Besar TNGGP kembali menerima laporan dari tim volunteer mengenai munculnya titik api di sekitar Kawah Wadon yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Kebakaran di Gunung Gede Pangrango Belum Padam, RIMBA Masih Bertahan di Lokasi

Sekitar pukul 06.00 WIB, tim BBTNGGP bersama enam orang volunteer melakukan peninjauan ke titik kebakaran melalui jalur Cibodas. 

"Dari hasil peninjauan tersebut, tim mengonfirmasi masih terdapat dua titik asap di bibir Kawah Wadon," ungkapnya.

Sadtata menjelaskan, kondisi alam di sekitar Kawah Wadon yang cukup kompleks menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain serasah yang cukup dalam, medan yang sulit dan jarak lokasi yang cukup jauh dari sumber air turut menyulitkan proses penanganan secara menyeluruh.

“Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan situasi di lapangan berubah dengan cepat sehingga diperlukan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel,” tuturnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Balai Besar TNGGP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Manggala Agni, masyarakat, volunteer, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), petugas lintas instansi, hingga seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

"Seluruh unsur tetap bersiaga terhadap perkembangan kondisi dan akan melakukan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan untuk mencegah meluasnya kebakaran maupun munculnya titik api baru," tutupnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
kawah wadon gunung gede pangrango kebakaran