Pada kesempatan tersebut, sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur Jawa Barat.
Livy, mahasiswa asal Depok, meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan di kawasan Jatinangor, terutama yang berada di sekitar lingkungan kampus.
Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk ikut berkontribusi dalam upaya memperbaiki dan menjaga kawasan tersebut bersama mahasiswa lainnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Usulkan Kenaikan Batas Gaji Orang Tua bagi Mahasiswa Penerima KIP di Jawa Barat
Dedi menjelaskan bahwa jalan yang dimaksud merupakan ruas jalan nasional sehingga kewenangannya berada di tangan pemerintah pusat.
Meski demikian, gubernur yang kerap disapa KDM itu berencana melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait kondisi tersebut.
“Kalau diijinkan tahun depan kinclong, tapi warga kampus juga harus ikut menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Apabila mendapat persetujuan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) disebut siap membantu melakukan penanganan jalan tersebut pada tahun berikutnya.
Dedi Mulyadi juga mengingatkan warga kampus agar ikut menjaga kebersihan lingkungan setelah perbaikan dilakukan.
Sementara itu, Keisya, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, menyampaikan keinginannya untuk berkontribusi dalam menjaga dan mengembalikan keanekaragaman satwa di Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa peminat pendidikan kedokteran hewan masih relatif lebih sedikit dibandingkan kedokteran umum.
Kondisi tersebut membuat profesi dokter hewan terkadang dipandang sebelah mata dan dianggap memiliki persaingan yang kurang menguntungkan.
Dedi memberikan dorongan kepada Keisya agar tidak meragukan pilihan tersebut. Menurutnya, kebutuhan tenaga dokter hewan cukup besar, baik di perusahaan swasta, badan usaha milik negara maupun instansi pemerintahan.
Ia bahkan menilai peluang pendapatan dokter hewan dapat sangat menjanjikan dan dalam kondisi tertentu berpotensi melebihi penghasilan dokter umum.
Dedi juga mengapresiasi cita-cita Keisya untuk memperkaya pendataan satwa endemik Indonesia dan mendorongnya agar tetap optimistis dalam mengejar tujuan tersebut.
Editor : Eka Rahmawati