RADAR BOGOR — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terus memperkuat penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon. Selain meningkatkan koordinasi dan personel, dukungan logistik bagi tim yang bertugas di lapangan juga menjadi perhatian.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, hasil pemantauan masih menemukan empat kepulan asap yang langsung ditangani oleh tim di lapangan.
Petugas juga menemukan satu titik bara di tebing bagian timur yang belum dapat diakses karena kondisi medan. Meski demikian, lokasi tersebut berada di area yang cukup terisolasi sehingga potensi api menjalar dinilai relatif kecil.
Untuk mengantisipasi penyebaran api, petugas telah membuat sekat bakar dengan lebar sekitar dua meter yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur area terdampak.
Baca Juga: Warga Pasirlaja Sukaraja Bogor Desak Perbaikan Jalan MSJ yang Rusak dan Minim Penerangan
“Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan perkembangan kondisi yang semakin membaik, tetapi demikian penyisiran kembali tetap diperlukan untuk memastikan area di sekitar titik bara telah benar-benar padam,” ujarnya kepada Radar Bogor melalui surat siaran pers, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, dari sisi dukungan lapangan Balai Besar TNGGP mendirikan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) sebagai pusat komando, koordinasi, komunikasi, sekaligus logistik selama proses penanganan berlangsung.
"Posko ini turut dihidupkan oleh partisipasi aktif dari komunitas dan masyarakat sekitar, yang membantu memberikan logistik untuk diberikan kepada tim dan relawan yang akan berangkat ke lapangan," ucapnya.
Ia menjelaskan, penguatan personel juga dilakukan dengan memberangkatkan tim gabungan sebanyak 27 orang yang terdiri atas Balai Besar TNGGP, SPORC, TNI, serta masyarakat Desa Cimacan.
Tim tersebut merupakan regu pertama dari lima regu yang direncanakan diberangkatkan secara periodik untuk mendukung penanganan dan pemantauan kondisi kebakaran sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Selain posko, Balai Besar TNGGP juga mendirikan dapur umum di Pos Kandang Badak. Fasilitas ini disiapkan sebagai bagian dari dukungan logistik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi personel yang melaksanakan tugas penanganan kebakaran.
Sadtata menyampaikan, dukungan logistik tersebut penting untuk memastikan seluruh tim dapat menjalankan tugas dengan baik selama berada di lapangan.
“Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan penanganan kebakaran dapat berjalan secara terkoordinasi, didukung sumber daya yang memadai, serta tetap memperhatikan kebutuhan dan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan,” ungkapnya.
Balai Besar TNGGP juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, volunteer, petugas lintas instansi, serta seluruh pihak yang terus memberikan dukungan selama proses penanganan kebakaran.
"Kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak menjadi bagian penting dalam upaya bersama menjaga kawasan konservasi TNGGP," tutupnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati