PWI Jabar Punya Nakhoda Baru, Begini Pesan Wagub Erwan Setiawan

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:19 WIB
Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan berfoto bersama peserta Konferprov, Kamis 13 Agustus 2026.
Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan berfoto bersama peserta Konferprov, Kamis 13 Agustus 2026.

RADAR BOGOR - Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat 2026 resmi berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Erwan Setiawan menutup rangkaian konferensi yang sekaligus melahirkan kepengurusan baru PWI Jawa Barat untuk periode 2026–2031.

Konferprov tersebut menetapkan Tantan Sulthon Bukhawan sebagai Ketua PWI Jawa Barat (Jabar), sedangkan Oland PH Sibarani sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Jawa Barat.

Baca Juga: Roony Bardghji Cedera ACL, Bintang Muda Barcelona Diprediksi Absen hingga 2027

Pergantian kepemimpinan itu, menjadi momentum bagi PWI Jawa Barat untuk kembali memperkuat soliditas organisasi sekaligus menghadapi perubahan besar di dunia jurnalistik akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Erwan Minta Wartawan Kembali Bersatu

Dalam sambutannya pada Kamis (13/8/2026), Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan mengapresiasi pelaksanaan Konferprov PWI Jawa Barat yang berlangsung lancar hingga menghasilkan kepengurusan baru.

Erwan berharap, dinamika selama konferensi tidak menjadi alasan bagi anggota untuk terus berada dalam kelompok yang berbeda. 

Setelah proses demokrasi organisasi selesai, ia mengajak seluruh insan pers di Jawa Barat kembali mempererat hubungan dan bersama-sama membangun PWI.

Menurut Erwan, tidak seharusnya ada pihak yang merasa kalah ataupun menang setelah konferensi. 

"Semua pihak harus terus bersatu," tegasnya.

Seluruh anggota PWI Jawa Barat dinilai, tetap berada dalam satu keluarga besar yang memiliki tujuan bersama.

Ia juga mendorong, kepengurusan baru untuk membawa semangat profesionalisme serta menjadikan peran pers semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wartawan Dinilai Punya Peran Penting di Era AI

Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan menjadi perhatian lain yang disampaikan Erwan. 

Menurutnya, perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi membuat tantangan bagi wartawan semakin besar.

"Ada banyak tantangan kita ke depan," jelasnya.

Jika sebelumnya masyarakat mengandalkan koran, radio, dan televisi untuk mendapatkan berita, kini informasi dapat diterima hampir tanpa jeda melalui telepon seluler, media sosial, dan berbagai platform digital.

Baca Juga: Gampang Buatnya, Resep Martabak Tahu Pedas, Camilan Gurih dengan Kulit Renyah

Dalam kondisi tersebut, Erwan menilai, wartawan tetap memiliki posisi penting sebagai pihak yang melakukan verifikasi sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menekankan, teknologi memang mampu membantu menghasilkan tulisan dan konten dalam waktu singkat. 

Namun, menurut Erwan, integritas, tanggung jawab moral, serta keberpihakan terhadap kepentingan publik tetap menjadi nilai yang melekat pada manusia dan tidak dapat sepenuhnya digantikan mesin.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Erwan, juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan PWI Jawa Barat. 

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya pemberitaan yang akurat dan akuntabel sekaligus membantu masyarakat menghadapi maraknya informasi palsu atau hoaks.

PWI Dorong Wartawan Bersertifikasi

Perwakilan PWI Pusat, Zulkifli Gani Otto turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas wartawan dan kepastian legalitas perusahaan pers.

Ia menyampaikan, dari sekitar 30.000 anggota PWI di seluruh Indonesia, sekitar 70 persen telah memiliki sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers.

Zulkifli menegaskan, pendidikan dan peningkatan kompetensi wartawan akan menjadi salah satu perhatian utama organisasi. 

Ia berharap, ke depan semakin banyak wartawan yang memiliki sertifikasi kompetensi sesuai standar Dewan Pers.

Tidak hanya wartawan, legalitas perusahaan pers juga dinilai penting. 

Baca Juga: Tantan Sulthon Bukhawan Pimpin PWI Jabar, Ini Harapan Kota Bogor

Menurut Zulkifli, perusahaan media perlu memiliki badan hukum agar profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan jurnalistik dapat semakin terjamin.

Upaya tersebut diharapkan, dapat mencegah munculnya pemberitaan yang tidak bertanggung jawab serta melindungi masyarakat maupun insan pers dari dampak buruk praktik jurnalistik yang tidak memenuhi standar.

Oland Siap Kawal Kepengurusan PWI Jabar

Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat terpilih, Oland PH Sibarani menyatakan, kesiapannya untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2026–2031.

Oland menegaskan, Dewan Kehormatan akan mendukung kebijakan pengurus sepanjang tetap berjalan sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

Ia menggambarkan, posisi Dewan Kehormatan seperti wasit sekaligus penjaga gawang. 

Peran tersebut diperlukan untuk memastikan organisasi tetap berada dalam koridor aturan dan tidak melakukan pelanggaran yang dapat merugikan organisasi.

Dengan fungsi tersebut, Oland berharap DK bersama jajaran pengurus dapat bersinergi untuk membawa PWI Jawa Barat menjadi organisasi yang semakin kuat dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.

Tantan Ingin PWI Jadi Rumah Bersama

Sementara itu, Tantan Sulthon Bukhawan, Ketua PWI Jawa Barat terpilih periode 2026–2031, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan para ketua PWI kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Dalam pidato perdananya, Tantan mengajak, seluruh anggota menjadikan pengalaman masa lalu sebagai bahan evaluasi untuk membangun organisasi yang lebih solid.

Ia menilai, perbedaan yang pernah terjadi harus diakhiri dengan semangat persatuan. 

PWI Jawa Barat ke depan diharapkan, tidak hanya aktif ketika momentum konferensi atau saat anggota membutuhkan layanan administratif organisasi.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Kebanjiran Program Pemerintah Pusat, DPRD Dorong OPD Aktif Ajukan Inovasi

Tantan ingin sekretariat dan seluruh perangkat PWI Jawa Barat berkembang menjadi ruang bersama yang mendorong kreativitas, pembelajaran, peningkatan kapasitas, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dengan kepengurusan baru tersebut, PWI Jawa Barat memasuki periode 2026–2031 dengan tantangan yang tidak ringan. 

Selain menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik, organisasi dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap pers. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Tantan Sulthon Bukhawan Erwan Setiawan jawa barat jabar pwi