Rayakan HUT ke-81 RI di Bekas Kebakaran Gunung Gede, Relawan Gelar Upacara Bendera

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:35 WIB
Relawan yang tergabung dalam Tim Pemadam Kebakaran Gunung Gede - Pangrango melaksanakan upacara pengibaran bendera di momen HUT Ke-81 RI. (Foto : RIMBA)
Relawan yang tergabung dalam Tim Pemadam Kebakaran Gunung Gede - Pangrango melaksanakan upacara pengibaran bendera di momen HUT Ke-81 RI. (Foto : RIMBA)

RADAR BOGOR – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Gunung Gede, berlangsung dengan suasana berbeda.

Para relawan yang tergabung dalam Tim Pemadam Kebakaran Gunung Gede - Pangrango menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Upacara di lahan bekas kebakaran Gunung Gede tersebut dilaksanakan pada Senin 17 Agustus 2026 untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. 

Lokasi bekas kebakaran dipilih sebagai tempat pelaksanaan upacara sekaligus menjadi simbol pengabdian para relawan dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.

Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antaranya WANADRI, Relawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), Panthera, GPO, Montana, PAL, Manggala Agni, petugas Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP), hingga masyarakat lokal.

Upacara Jadi Pengingat Tanggung Jawab Menjaga Alam

Ketua RIMBA, Eko Wiwid, mengatakan pelaksanaan upacara di kawasan bekas kebakaran menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Baca Juga: Pencarian ASN Kota Bogor di Sungai Cisadane Masih Nihil, Polisi Selidiki Riwayat Percakapan

Sekaligus pengingat bahwa menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab yang harus diteruskan oleh setiap generasi.

“Upacara ini kami lakukan untuk mengenang detik-detik Proklamasi sekaligus memberikan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. Bagi kami, menjaga negeri juga merupakan bentuk tanggung jawab yang harus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Wiwid kepada Radar Bogor.

Setelah upacara selesai, para relawan tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melanjutkan kegiatan dengan menyisir kawasan Kawah Wadon hingga Lebak Saat yang merupakan area terdampak kebakaran.

Penyisiran dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul.

Relawan Tetap Waspada meski Hujan Turun

Wiwid menjelaskan, proses pemantauan membutuhkan kewaspadaan tinggi. Kondisi lahan yang pernah terbakar dapat menyimpan potensi bahaya meskipun permukaannya terlihat sudah tenang.

Selain medan yang cukup terjal, para relawan juga harus mengantisipasi berbagai potensi bahaya alam lainnya selama melakukan penyisiran.

“Setiap penyisiran dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tanah dan serasah yang sudah terbakar memang terlihat tenang, tetapi masih bisa menyimpan risiko, baik karena kondisi medan yang terjal maupun potensi bahaya alam lainnya,” jelasnya.

Hujan yang mengguyur kawasan Gunung Gede pada Jumat 14 Agustus 2026 malam menjadi kabar positif bagi proses pemadaman dan pendinginan kawasan yang sebelumnya terbakar.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat para relawan mengurangi kewaspadaan.

Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh area aman dan tidak menyisakan potensi munculnya kembali titik api.

Baca Juga: Bansos PKH Sudah Cair, BPNT Menyusul? Ini Update Terbaru KKS 4 Bank per 18 Agustus 2026

Menjaga Hutan sebagai Bentuk Pengabdian

Bagi para relawan, momentum HUT ke-81 RI di kawasan bekas kebakaran memiliki makna tersendiri.

Di tempat yang dahulu menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan, mereka kini menjalankan tugas menjaga kelestarian hutan.

“Di lokasi yang dahulu menjadi tempat para pejuang mempertahankan kemerdekaan, hari ini para penjaga alam melanjutkan perjuangan dengan melindungi hutan," kata Wiwid.

"Berkibarnya Merah Putih menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian harus terus hidup. Menjaga hutan bagi kami bukan hanya kewajiban, tetapi juga wujud pengabdian kepada Indonesia,” tandas Wiwid. (cok)

Editor : Yosep Awaludin
relawan upacara gunung gede kebakaran