RADAR BOGOR - Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat (Jabar), sebesar Rp19,5 triliun diperkirakan belum mampu terealisasi sepenuhnya.
Hal tersebut terungkap saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanyakan kondisi penerimaan daerah kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, Asep Supriatna.
Dalam pembahasan mengenai pendapatan daerah tersebut, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mempertanyakan apakah target PAD yang telah ditetapkan optimistis dapat tercapai seluruhnya.
Baca Juga: Maulid Nabi di SMAN 2 Cibinong Hadirkan Ustaz Maulana, Jadi Momentum Pendidikan Karakter
Asep kemudian, memberikan jawaban yang cukup tegas.
Menurutnya, target PAD sebesar Rp19,5 triliun diperkirakan tidak akan tercapai.
“Tidak, Pak,” jawab Asep kepada KDM.
Target PAD Jabar Berpotensi Kurang Rp1,6 Triliun
Mendengar jawaban tersebut, KDM kembali menggali lebih jauh mengenai potensi selisih antara target dan realisasi penerimaan PAD Jawa Barat.
Ia menanyakan, berapa besar kemungkinan kekurangan pendapatan yang harus dihadapi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Asep menyebut angka yang cukup besar, yakni sekitar Rp1,6 triliun.
Artinya, jika proyeksi tersebut terealisasi, penerimaan PAD Jawa Barat berpotensi berada di bawah target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pajak Jadi Andalan Pendapatan Asli Daerah
KDM kemudian menanyakan, sumber utama PAD Jawa Barat.
"Sumber pendapatan PAD itu apa saja?," tanya Dedi Mulyadi.
Asep menjelaskan, sebagian besar penerimaan tersebut berasal dari sektor pajak.
Baca Juga: Mengenal Syakira, Srikandi SalamAid yang Menantang Alergi Demi Pengabdian
Beberapa jenis pajak yang menjadi sumber pendapatan daerah di antaranya pajak kendaraan bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor.
Selain itu, terdapat pula penerimaan dari pajak air permukaan, pajak rokok, dan pajak alat berat.
Bapenda Jawa Barat juga mencatat, adanya penerimaan dari opsen Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebagai salah satu komponen pendapatan daerah.
Deretan sumber tersebut menjadi tumpuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengejar penerimaan PAD.
Namun, dengan adanya proyeksi kekurangan hingga Rp1,6 triliun, capaian target pendapatan daerah masih menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian.
Dengan demikian, target PAD Rp19,5 triliun bukan sekadar angka dalam perencanaan anggaran.
Di baliknya, terdapat tantangan untuk memastikan penerimaan dari berbagai sektor pajak mampu memenuhi kebutuhan dan target keuangan daerah. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti