RADAR BOGOR - Berpulangnya penyanyi, Kanaya Whu meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak orang.
Di antara mereka, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM menyimpan kenangan tersendiri bersama sosok yang selama bertahun-tahun mengisi berbagai panggung budaya di Jawa Barat.
Setelah prosesi pemakaman Kanaya selesai, KDM menyampaikan sebuah pesan yang menggambarkan bagaimana ia memandang kepergian sang penyanyi.
Baca Juga: KPM Harus Tahu, Penyaluran Bansos Beras Dilanjutkan hingga Akhir 2026
Menurut Dedi Mulyadi, tubuh Kanaya memang telah kembali ke tanah.
Namun, kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidup diyakininya akan terus menjadi amal yang mengiringi perjalanan almarhumah.
“Jasad teh Kanaya telah dikubur, tapi amalannya tak akan dikubur,” ucap Dedi Mulyadi setelah pemakaman Kanaya Whu, Minggu, 13 September 2026.
KDM Ingin Bangun Masjid Bernama Kanaya
Tak hanya menyampaikan doa, KDM juga mengungkapkan rencana untuk mengenang Kanaya melalui sebuah bangunan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dedi Mulyadi berencana membangun sebuah masjid dan memberinya nama Masjid Kanaya. Rencana tersebut akan dipertimbangkan setelah 40 hari kepergian Kanaya.
Namun, pembangunan masjid itu belum dipastikan karena KDM masih akan meminta izin serta mempertimbangkan pandangan tokoh masyarakat dan pihak terkait.
“Teh Kanaya, saya yakin diterima di sisi-Nya. Setelah 40 hari, jika diizinkan oleh tokoh masyarakat, saya mau bangun masjid namanya Masjid Kanaya,” jelas Dedi Mulyadi.
Bagi Dedi, pemberian nama tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan.
Ia ingin, sesuatu yang berkaitan dengan nama Kanaya tetap menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Bertahun-tahun Menemani Perjalanan KDM
Hubungan Dedi dan Kanaya tidak hanya sebatas rekan dalam sebuah pertunjukan.
Sejak 2019, Kanaya menjadi salah satu vokalis yang kerap tampil dalam berbagai kegiatan bersama Dedi Mulyadi.
Suara Kanaya hadir dalam sejumlah agenda budaya hingga safari warga yang membawa Dedi bertemu masyarakat di berbagai daerah Jawa Barat.
Baca Juga: Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup 2026, Begini Permintaan Erick Thohir kepada Suporter
Di atas panggung, Kanaya menjadi salah satu sosok yang turut menghidupkan suasana melalui lagu-lagu bernuansa budaya dan karya yang dibawakannya.
Kebersamaan selama bertahun-tahun itulah yang membuat kepergian Kanaya terasa begitu kehilangan bagi Dedi.
KDM Ikut Mengantar Kanaya ke Peristirahatan Terakhir
Kanaya Whu meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026, setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Jenazah Kanaya kemudian dibawa ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan di Pemakaman Lengkong Sari, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.
Dedi Mulyadi turut hadir dalam prosesi pemakaman tersebut. Mengenakan pakaian dan peci berwarna hitam, Dedi ikut mengangkat keranda hingga membantu mengantarkan Kanaya menuju tempat peristirahatan terakhir.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam perjalanan terakhir Kanaya.
Sosok yang selama ini menemaninya dalam berbagai kegiatan budaya, kini harus diantarkan untuk selamanya.
“Surga Untukmu, Teh Kanaya”
Sebelum pemakaman berlangsung, Dedi juga menyampaikan pesan perpisahan untuk Kanaya.
Melalui tulisannya, Dedi mendoakan agar Kanaya mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Ia juga mengenang karya dan sosok Kanaya dengan kalimat penuh haru.
Baca Juga: Berharap Hujan Turun di TPA Galuga, Dedie Rachim Buka Opsi Pelaksanaan Sholat stisqa
“Surga untukmu, Teh Kanaya. Kini kau benar-benar menjadi purnama yang dirindukan. Terima kasih atas segala karya. Bahagia kini kau jelang. Selamat jalan,” tulis KDM.
Kepergian Kanaya Whu kini meninggalkan ruang kosong bagi orang-orang yang pernah bersamanya.
Namun, jika rencana pembangunan Masjid Kanaya benar-benar terwujud, nama dan kenangan tentangnya diharapkan tidak berhenti pada sebuah perpisahan.
Di tengah duka, KDM memilih mengenang Kanaya melalui sebuah gagasan yang diharapkan dapat terus menghadirkan kebaikan bagi banyak orang. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti