RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, capaian program di tahun 2026 terkait asuransi pekerja informal.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten kota seluruh provinsi Jawa Barat sudah mengasuransikan 1 juta pekerja informal," ungkapnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya mentargetkan 5,4 juta kepala keluarga pekerja informal mendapat jaminan asuransi ketenagakerjaan di tahun 2027.
"Preminya dibayarkan oleh Pemprov dan kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Barat," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat menuturkan, penerima asuransi terdiri dari para petani, nelayan, buruh bangunan, sopir, ojek online, ojek pangkalan, pedagang asongan.
"Asisten rumah tangga, kuli mikul, dan kelompok pekerja informal lainnya," lanjutnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, nasabah asuransi ini akan mendapat jaminan berobat gratis yang disediakan asuransi ketenagakerjaan.
Baca Juga: Waspada! Ada 11 Kesalahan Saat Menyalakan Mobil yang Diam-Diam Bisa Merusak Mesin
"Pengalaman lalu pekerja di Bekasi sampai Rp500 juta dibayarkan," ucapnya.
Keunggulan yang kedua, Gubernur Jawa Barat melanjutkan, apabila mendapat kecelakaan kerja, maka jaminan kesehatan dan pengobatan dijamin.
"Apabila meninggal karena kecelakaan kerja mendapat santunan keluarganya Rp72 juta, ditambah asuransi untuk jaminan pendidikan dari mulai TK hingga perguruan tinggi untuk 2 orang anak," jelasnya.
Jika nasabah meninggal karena disebabkan sakit, maka pihak keluarga mendapat santunan asuransi sebesar Rp42 juta.
"Selanjutnya, agar warga bisa langsung mengakses kepesertaan aurannsi ini untuk para kepala keluarga silahkan langsung menggunakan aplikasi asuransi Aing di Sapa Warga," lanjutnya.
Gubernur Jawa Barat berharap, program ini bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat untuk melindungi kepala keluarga yang bekerja dan anggota keluarganya.
"Total yang terlindungi 17 juta anggota keluarga," pungkas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi YantiSumber : instagram dedi mulyadi