Kunjungi Kampung Adat Miduana Cianjur, Dedi Mulyadi Soroti Rumah Adat hingga Bantuan Domba

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:46 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau perkembangan penataan rumah warga di Kampung Adat Miduana, Cianjur.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau perkembangan penataan rumah warga di Kampung Adat Miduana, Cianjur.

RADAR BOGOR – Kampung Adat Miduana di Kabupaten Cianjur terus diarahkan untuk mempertahankan karakter budaya sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi masyarakat.

Hal itu menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau perkembangan penataan rumah warga di Kampung Adat Miduana.

Kunjungan Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM ke Kampung Adat Miduana itu diunggah melalui kanal YouTube miliknya pada 18 September 2026. 

Dalam kesempatan itu, KDM melihat langsung perkembangan penataan rumah warga yang kini dinilai semakin rapi dan seragam sesuai dengan konsep tata ruang Kampung Adat Miduana.

KDM mengapresiasi perubahan tersebut. Menurutnya, penataan kawasan kampung adat tidak cukup hanya memperhatikan kondisi fisik bangunan, tetapi juga harus mempertahankan karakter serta identitas budaya yang telah diwariskan masyarakat.

Saat berdialog dengan warga, KDM turut memberikan masukan mengenai penggunaan material bangunan.

Baca Juga: Gaji Cepat Habis Padahal Ga Boros? Intip 23 Kebocoran Uang

Salah satunya dengan memanfaatkan daun tepus sebagai material atap rumah, mengingat bahan tersebut banyak ditemukan di sekitar kawasan hutan kampung.

Dedi Mulyadi Dorong Warga Pertahankan Tradisi

Selain melihat kondisi rumah, Dedi Mulyadi juga mengingatkan warga agar tidak meninggalkan adat dan kebiasaan yang menjadi identitas Kampung Adat Miduana.

Ia secara khusus mendorong masyarakat, terutama kaum perempuan, untuk tetap mengenakan pakaian tradisional pada aktivitas tertentu.

Kebaya dan kain samping menjadi bagian dari busana yang disorot, termasuk kebiasaan menata rambut secara tradisional dengan cara disanggul.

KDM menegaskan bahwa identitas sebagai kampung adat perlu tercermin dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Nama Kampung Adat Miduana harus dijaga, jangan dilupakan adatnya. Kampung adat harus bersih dan rapi," tegas KDM.

Pelestarian budaya tersebut juga diarahkan agar berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata.

Kampung Adat Miduana berada di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, dan memiliki potensi wisata yang berasal dari perpaduan alam serta budaya masyarakat setempat.

Kampung Adat Miduana Didorong Kembangkan Kerajinan dan Kuliner

Pengembangan pariwisata juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.

Karena itu, KDM mengajak masyarakat mulai menghasilkan berbagai produk lokal yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Mentega Crispy ala Chef Firhan Ashari, Renyah di Luar dan Juicy di Dalam

Warga dapat mengembangkan kerajinan tangan maupun makanan khas seperti opak dan ranginang.

Produk tersebut nantinya dapat menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Miduana.

Dengan adanya produk lokal, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati suasana kampung adat dan perjalanan menuju lokasi, tetapi juga dapat mengenal sekaligus membawa pulang hasil karya masyarakat setempat. Langkah tersebut diharapkan turut menggerakkan perekonomian warga.

KDM Evaluasi Bantuan Domba

Dalam kunjungan yang sama, KDM juga mengecek perkembangan bantuan ternak domba yang sebelumnya diberikan kepada masyarakat Kampung Adat Miduana.

Hasilnya, domba-domba bantuan tersebut terlihat dirawat dengan baik dan mulai berkembang biak.

Program peternakan domba menjadi salah satu bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan potensi ekonomi lokal.

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) bersama Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat menyerahkan ternak domba, menandatangani kerja sama pengembangan peternakan, serta menggelar bimbingan teknis bagi masyarakat Kampung Adat Miduana pada Juni 2026.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Selain mengevaluasi ternak domba, dalam kunjungan tersebut KDM juga melihat adanya kolam atau balong milik warga yang belum dimanfaatkan.

Ia kemudian menjanjikan bantuan dua kuintal bibit ikan nila untuk ditebar di kolam-kolam tersebut sebagai tambahan potensi ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Air Radiator Motor Sering Berkurang? Ini 6 Penyebab yang Wajib Dicek

Dengan demikian, kunjungan KDM ke Kampung Adat Miduana tidak hanya berfokus pada penataan fisik permukiman.

Pelestarian adat, pengembangan wisata budaya, penguatan produk kerajinan dan kuliner lokal, serta pemberdayaan melalui peternakan dan perikanan turut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi masyarakat setempat.

Kampung Adat Miduana pun diharapkan tetap mempertahankan identitas budayanya sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan pariwisata. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
dedi mulyadi Kampung Adat Miduana cianjur