RADAR BOGOR - Di balik sosok almarhumah Kanaya Whu yang dikenal sebagai penyanyi dan vokalis Emka 9, tersimpan perjalanan hidup yang panjang bersama sang ibunda, Lilis.
Jauh sebelum dikenal di berbagai panggung seni Jawa Barat, Kanaya tumbuh dalam keluarga sederhana dan melewati masa kecil dengan berpindah tempat tinggal.
Kisah tersebut disampaikan Lilis saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM.
Dalam pertemuan itu, Lilis menceritakan, bagaimana dirinya membesarkan Kanaya sebagai anak tunggal setelah berpisah dari suaminya, Ade ketika sang putri masih berusia sekitar tujuh tahun.
Baca Juga: Mau Beli Mobil Bekas? 4 Bagian Ini Wajib Dicek agar Tak Beli Kucing dalam Karung
“Kanaya itu anak tunggal. Saya berpisah dengan suami ketika usianya Kanaya sekitar tujuh tahun,” ujar Lilis kepada KDM.
Perpisahan tersebut, membuat Lilis menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal.
Ia kemudian, membawa Kanaya bersamanya dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja serta berjualan secara mandiri.
Kanaya Tumbuh Bersama Ibunya
Setelah orang tuanya berpisah, Kanaya lebih banyak tinggal bersama Lilis.
Keduanya sempat menetap di Jakarta dengan kondisi hidup yang sederhana dan harus berpindah-pindah tempat kontrakan.
Lilis mengaku, saat itu belum memiliki rumah sendiri.
Kehidupan di Jakarta, dijalani dengan mengontrak rumah sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya dulu tinggal di Jakarta, ngontrak. Kanaya ikut saya,” tutur Lilis kepada KDM.
Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Lilis menjalankan usaha dengan sistem kredit.
Baca Juga: Kabar Gembira, Bantuan Pangan Beras untuk Desil 1-4 Diperpanjang hingga Akhir 2026
Ia menawarkan, berbagai kebutuhan rumah tangga kepada pelanggan secara mandiri.
Pekerjaan tersebut, menjadi bagian dari perjuangan Lilis membesarkan Kanaya.
Di tengah keterbatasan, pendidikan sang anak tetap menjadi perhatian.
Kanaya SD di Jakarta
Masa sekolah dasar (SD) Kanaya juga dihabiskan di Jakarta.
Lilis menyebut, putrinya bersekolah sejak kelas satu hingga menyelesaikan pendidikan kelas enam SD di Ibu Kota.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, perjalanan Kanaya berlanjut ke Purwakarta.
Di Purwakarta tersebut, Kanaya tinggal bersama neneknya yang saat itu mengelola usaha rumah makan.
Perpindahan tersebut, membuat kehidupan Kanaya tidak hanya berkaitan dengan Jakarta, tetapi juga dengan lingkungan keluarga di Purwakarta dan Tasikmalaya.
Sang Nenek Mengelola Warung Nasi
Menurut Lilis, nenek Kanaya telah lama tinggal di Purwakarta.
Sang nenek menjalankan usaha rumah makan yang dikenal dengan nama Binangkit.
Usaha tersebut, berada di sejumlah lokasi di wilayah Purwakarta.
Baca Juga: Bansos Digital 2027, KPM Wajib Daftar di Perlinsos, Simak Informasi Lengkapnya di Sini
Lilis sendiri mengaku, mengetahui aktivitas usaha sang ibu karena sempat mengikuti perkembangan bisnis tersebut sejak masih muda.
Kehadiran sang nenek, kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Kanaya setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya.
Perjalanan Keluarga yang Membentuk Kanaya
Kisah yang disampaikan Lilis memperlihatkan bahwa perjalanan Kanaya menuju dunia seni tidak berlangsung dalam kehidupan yang serba mudah.
Sejak kecil, ia tumbuh bersama ibunya yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
Kanaya juga mengalami perpindahan lingkungan, dari Jakarta hingga Purwakarta dan Tasikmalaya.
Di kemudian hari, Kanaya dikenal sebagai penyanyi yang aktif bersama Emka 9.
Ia juga kerap mendampingi berbagai kegiatan Dedi Mulyadi, mulai dari agenda seni dan budaya hingga kegiatan di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Kanaya bergabung dengan Emka 9 sejak 2019.
Baca Juga: Inovasi SMPN 4 Bogor Ciptakan Pelita, Ubah Limbah Pasar Jadi Pakan Lele
Kepergian Kanaya pada 13 September 2026 meninggalkan duka bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.
Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung setelah berjuang melawan kanker.
Bagi Lilis, perjalanan panjang tersebut tentu menyimpan banyak kenangan.
Dari seorang anak tunggal yang dibesarkan dalam keterbatasan, Kanaya kemudian tumbuh menjadi sosok yang dikenal melalui suara dan karya musiknya di Jawa Barat.
Cerita sang ibu menjadi sisi lain dari perjalanan Kanaya yang mungkin tidak banyak diketahui publik, tentang masa kecil, perjuangan keluarga, dan tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya sebelum namanya dikenal luas sebagai seorang penyanyi. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti