Awas Tertipu! Beredar Video Dedi Mulyadi Janjikan Rp50 Juta Cuma Modal Komentar Amin

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:31 WIB
Dedi Mulyadi menegaskan video bantuan Rp50 juta yang beredar adalah hoaks. (Foto:Tiktok/@Kang Dedi Mulyadi)
Dedi Mulyadi menegaskan video bantuan Rp50 juta yang beredar adalah hoaks. (Foto:Tiktok/@Kang Dedi Mulyadi)

RADAR BOGOR — Beredar video yang menampilkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan narasi mengajak masyarakat untuk mengikuti sebuah akun dan menuliskan komentar “amin” agar mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Dalam video tersebut terdengar narasi, “Assalamualaikum saya Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat, jangan di-skip karena ini rezekimu bila video ini lewat di berandamu dan ini bukan kebetulan. Follow akun ini dan komentar amin jika kamu ingin dapat rezeki yang tak disangka-sangka dan semua urusanmu dimudahkan oleh Allah".

Narasi tersebut membuat video seolah-olah Dedi Mulyadi sedang memberikan janji bantuan atau rezeki kepada masyarakat yang mengikuti akun tertentu dan menuliskan komentar “amin”.

Melalui akun resmi Instagram dan TikTok-nya, KDM menegaskan bahwa video yang beredar tersebut merupakan hoaks.

Unggahan itu juga disertai narasi tambahan yang mengklaim masyarakat dapat memperoleh bantuan sebesar Rp50 juta hanya dengan menuliskan komentar “amin” dan mengikuti akun tertentu. 

Waspada Diminta Data Pribadi

Masyarakat perlu berhati-hati terhadap unggahan yang menawarkan bantuan atau hadiah dengan syarat sederhana seperti mengikuti akun, memberikan komentar, atau menghubungi nomor WhatsApp tertentu.

Baca Juga: Naik Pangkat PNS Tanpa Antre Bertahun-Tahun? Kenali Syarat Mutlak Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Terlebih apabila pengguna kemudian diminta memberikan data pribadi melalui nomor yang tidak dikenal.

Berdasarkan penelusuran tersebut, klaim bahwa Dedi Mulyadi menjanjikan rezeki atau bantuan kepada masyarakat yang mengikuti akun dan berkomentar “amin” adalah hoaks.

Masyarakat disarankan memeriksa informasi melalui akun resmi dan sumber pemeriksa fakta sebelum mengikuti instruksi atau memberikan data pribadi kepada akun yang tidak dikenal. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
dedi mulyadi amin video