RADAR BOGOR — Di tengah ramainya kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, seorang anak laki-laki terlihat berjualan siomay dan batagor.
Usianya baru 12 tahun. Namanya Habibie, seorang anak asal Cirebon yang seharusnya duduk di bangku kelas 6 SD. Namun, Habibie harus meninggalkan sekolah untuk membantu orang tuanya.
Sang ayah sedang menderita kanker usus sehingga kondisi keluarga membuat Habibie memilih membantu sang ibu mencari penghasilan.
Kisah itu diketahui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika berbincang langsung dengan Habibie.
Percakapan sederhana tersebut perlahan mengungkap alasan di balik aktivitas Habibie berjualan di usia yang masih sangat muda.
“Kamu namanya siapa?” tanya Dedi Mulyadi. “Habibie,” jawab anak tersebut.
Baca Juga: Awas Tertipu! Beredar Video Dedi Mulyadi Janjikan Rp50 Juta Cuma Modal Komentar Amin
Habibie kemudian menceritakan bahwa dirinya berusia 12 tahun dan sebelumnya merupakan siswa kelas 6 SD.
Namun, ia sudah tidak bersekolah karena memilih membantu orang tua.
“Kenapa nggak sekolah?” tanya Dedi Mulyadi. “Bantu orang tua,” jawab Habibie.
Rela Tinggalkan Sekolah Demi Keluarga
Keputusan Habibie meninggalkan sekolah tidak datang tanpa alasan. Ayahnya sedang sakit kanker usus.
Kondisi tersebut membuat keluarga membutuhkan dukungan, sementara Habibie memilih membantu ibunya dengan berjualan.
Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk belajar dan bermain bersama teman-teman, Habibie justru berada di jalan untuk menjajakan makanan.
Dedi Mulyadi kemudian menemui ayah Habibie dan mengetahui kondisi yang sedang dihadapi keluarga tersebut.
Dalam percakapan itu, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa sang ayah sebelumnya telah ditawari untuk menjalani operasi.
Biaya operasi serta biaya hidup selama proses pengobatan juga disebut akan dibantu.
Namun, sang ayah disebut tidak bersedia menjalani operasi tersebut. Keputusan kemudian diarahkan pada masa depan Habibie.
Baca Juga: 5 Tanda Kompresor AC Mobil Mulai Bermasalah, Kenali Sebelum Terlambat
Dedi Mulyadi Jadikan Habibie Anak Asuh
Setelah mengetahui Habibie meninggalkan sekolah demi membantu orang tuanya, Dedi Mulyadi mengambil keputusan agar anak tersebut kembali bersekolah.
Habibie diminta pulang ke Cirebon bersama kakaknya, Aura Kipkia, yang disebut bersekolah di SMA Negeri Kanci.
Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan bahwa mulai saat itu Habibie menjadi anak asuhnya untuk kebutuhan pendidikan.
“Mulai hari ini jadi anak asuh saya untuk sekolah,” kata Dedi Mulyadi kepada Habibie.
KDM juga meminta Habibie tidak lagi memikirkan kebutuhan makan maupun biaya sekolah. Ia ingin Habibie kembali fokus menjalani pendidikan.
“Nggak usah mikirin makan tiap hari, nggak usah mikirin biaya sekolah. Fokus ya,” ujar Dedi Mulyadi.
Habibie kemudian mendapatkan pesan sederhana dari Dedi Mulyadi agar tetap menjadi anak yang kuat dan terus melanjutkan sekolah. “Kamu anak hebat,” katanya. (Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin