FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Bandung, Dedi Mulyadi: Gerakkan Ekonomi Jawa Barat

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 16:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir menghadiri peluncuran tur trofi dan konferensi pers FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung. (Youtube Lembur Pakuan Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir menghadiri peluncuran tur trofi dan konferensi pers FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung. (Youtube Lembur Pakuan Channel)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan Bandung dipercaya menjadi salah satu kota tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Dedi Mulyadi menyampaikan Bandung memiliki sejumlah fasilitas olahraga berstandar internasional serta dukungan masyarakat yang menjadi modal penting dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola tersebut.

“Investasi pemerintah juga di lapangan-lapangan olahraga harus diapresiasi, nah, Bandung ini sudah punya fasilitas kelas internasional. Kalau tidak diisi kegiatannya, mubazir,” ujar Dedi dalam keterangannya yang dilansir YouTube Lembur Pakuan Channel.

Gubernur Jabar juga menyebut Bandung sebelumnya telah menjadi lokasi penyelenggaraan sejumlah ajang sepak bola, termasuk turnamen kelompok usia.

Kini, FIFA ASEAN Cup 2026 kembali digelar di kota tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan olahraga.

Baca Juga: Bayi Laki-Laki Ditemukan di Jalan Bomang Tajurhalang Bogor, Polisi Ungkap Kondisinya

Menurut Dedi, setidaknya terdapat sejumlah alasan Bandung dipercaya menjadi tuan rumah. Selain memiliki fasilitas yang memadai, keamanan kota serta karakter masyarakat yang ramah dan terbuka terhadap pendatang menjadi faktor pendukung.

“Kenapa Bandung dipercaya? Artinya, satu, kota ini aman. Dua, para penduduknya, penggemarnya sangat santun, ramah, dan terbuka terhadap siapa pun, termasuk dari luar. Yang ketiganya, menarik karena selalu penontonnya banyak,” katanya.

FIFA ASEAN Cup 2026 Gerakkan Ekonomi Jawa Barat

Dedi juga menilai penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya memberikan dampak terhadap perkembangan sepak bola, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Jawa Barat.

Menurutnya, pertandingan sepak bola dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, mulai dari berjualan makanan hingga merchandise.

“Tidak hanya kita menggerakkan masyarakat berolahraga dan juga prestasi olahraga di Jawa Barat, tetapi tentu untuk ekonomi. Kita coba putar ekonomi melalui sepak bola, ada yang jual baju, ada yang jual makanan,” ujarnya.

Dedi mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan kegiatan pendukung untuk memeriahkan penyelenggaraan turnamen di Bandung.

Selain dampak ekonomi, Dedi menilai FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, khususnya pemain sepak bola usia dini dan sekolah sepak bola (SSB).

Menurutnya, kesempatan menyaksikan langsung pertandingan dengan kualitas pemain yang baik dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi anak-anak yang sedang mengembangkan kemampuan sepak bola.

“Ini pembelajaran untuk tentu anak-anak di bawah, sekolah sepak bola dan semua untuk melihat langsung. Karena tim-tim yang bermain ini kelasnya bagus-bagus,” kata Dedi.

Ia mencontohkan sejumlah pemain dari tim peserta yang berkarier di luar negeri dan dipanggil memperkuat tim nasional masing-masing.

Dedi berharap keberadaan turnamen tersebut dapat mendorong pembinaan sepak bola di Jawa Barat agar semakin berkembang.

Bandung Didorong Jadi Pusat Olahraga

Dedi juga mengapresiasi kepercayaan PSSI dan FIFA yang memilih Bandung sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tersebut memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga hiburan.

“Kegiatan ini pasti memiliki efek. Pertama, efek ekonomi, tiket, berdagang. Yang kedua, itu yang paling utama adalah efek bahagia,” tuturnya.

Dedi menilai olahraga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi dan menikmati hiburan bersama.

Ia berharap PSSI terus berkembang dan prestasi sepak bola Indonesia semakin meningkat.

Dedi juga menyebut Bandung memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat olahraga di Indonesia. Menurutnya, perkembangan sepak bola di Bandung turut memperkuat posisi kota tersebut sebagai salah satu daerah dengan ekosistem sepak bola yang berkembang. (Fauzan Kaifah/Magang Radar Bogor)

Editor : Eka Rahmawati
dedi mulyadi FIFA ASEAN Cup 2026 gubernur jawa barat bandung