Dedi Mulyadi Temui Ayatulloh, Pedagang Gorengan yang Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbincang dengan Ayatulloh, Kepala Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi (Foto: Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbincang dengan Ayatulloh, Kepala Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi (Foto: Kang Dedi Mulyadi Channel)

RADAR BOGOR – Perjalanan Ayatulloh menuju kursi Kepala Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, tidak datang secara instan.

Sebelum dipercaya memimpin Desa Pahlawan Setia untuk periode 2026–2034, ia menjalani beragam pekerjaan, termasuk menjadi pekerja bangunan dan pedagang gorengan serta kopi.

Kisah perjalanan jadi Kepala Desa Pahlawan Setia itu  kembali dibagikan saat Ayatulloh bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Pertemuan itu diunggah melalui kanal YouTube milik Dedi Mulyadi dan membahas perjalanan hidup Ayatulloh hingga akhirnya dipercaya masyarakat menjadi kepala desa.

Ayatulloh merupakan warga asli Betawi yang lahir pada 1986. Dalam perjalanan hidupnya, ia pernah bekerja sebagai kuli bangunan, kemudian berdagang gorengan dan kopi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia juga pernah bekerja di sebuah perusahaan minyak goreng. Namun, setelah perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan dan Ayatulloh mendapat mutasi ke Kalimantan, ia memilih berhenti bekerja.

Baca Juga: Pimpin Apel di Balaikota Bogor, Dedie Curhat Sering Disurati Gereja Imbas CFD di Soedirman

Setelah itu, Ayatulloh kembali menekuni pekerjaan sebagai pekerja bangunan sekaligus berdagang.

Aktivitas tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya terjun dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia.

Ayatulloh Raih 4.174 Suara

Dalam Pilkades Pahlawan Setia, Ayatulloh akhirnya terpilih menjadi kepala desa untuk periode 2026–2034 setelah memperoleh 4.174 suara.

Data pemberitaan terkait hasil pemilihan juga mencatat Ayatulloh sebagai calon nomor urut 2 dalam kontestasi tersebut.

Kemenangan itu tidak terlepas dari proses panjang yang dilakukan Ayatulloh selama masa sosialisasi.

Kepada Dedi Mulyadi, ia menceritakan bagaimana dirinya berkeliling menemui masyarakat dan bersilaturahmi dengan warga selama berbulan-bulan.

Ia mengaku harus mendatangi warga pada siang hingga malam hari untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat Desa Pahlawan Setia.

Perhatian pada Rumah Warga Kurang Mampu

Setelah memperoleh kepercayaan masyarakat, Ayatulloh menyampaikan salah satu perhatian yang ingin ia dorong adalah kondisi rumah warga kurang mampu.

Menurut Ayatulloh, pembangunan rumah masyarakat juga perlu memperhatikan karakter budaya yang berkembang di wilayah tersebut.

Hal itu kemudian ditanggapi Dedi Mulyadi dalam pertemuan tersebut. Gubernur Jawa Barat itu menekankan bahwa pembangunan rumah warga sebaiknya tetap menyesuaikan karakter daerah masing-masing.

Baca Juga: Cegah Gagal Ginjal Kronis, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Edukasi Pasien dan Keluarga

“Kalau daerah Sunda, gaya rumahnya harus gaya Sunda. Kalau daerah Betawi, gaya rumahnya gaya Betawi,” ujar Dedi.

Dedi Mulyadi Ajak Warga Makan Bersama

Pertemuan antara Dedi Mulyadi dan Ayatulloh berlangsung dalam suasana santai. Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga berinteraksi dengan warga Desa Pahlawan Setia.

Dedi mengajak warga untuk makan bersama dan memberikan uang sebesar Rp10 juta yang diperuntukkan membeli makanan serta gorengan.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momen untuk membahas perjalanan Ayatulloh, dari kehidupan sebagai pekerja bangunan dan pedagang gorengan hingga akhirnya dipercaya masyarakat menjadi Kepala Desa Pahlawan Setia.

Kisah Ayatulloh menunjukkan perjalanan panjang sebelum dirinya memasuki babak baru sebagai kepala desa untuk periode 2026–2034.  (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
dedi mulyadi Desa Pahlawan Setia bekasi