RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Pasar Ciroyom, Kota Bandung, untuk melihat langsung kondisi pedagang dan mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Kunjungan Dedi Mulyadi ke Pasar Ciroyom itu terekam dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dalam video itu, Dedi Mulyadi berdialog langsung dengan pedagang mengenai persoalan kios, harga tempat berjualan hingga keberadaan bangunan kios di badan jalan.
Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa dirinya harus membayar sekitar Rp600 ribu per meter setiap bulan untuk kios yang ditempatinya.
Pedagang tersebut menggunakan sekitar 1,5 meter sehingga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp900 ribu per bulan.
Dedi Mulyadi kemudian menanyakan kepada pedagang siapa pihak yang menerima pembayaran tersebut.
Pedagang menyebut pembayaran diberikan kepada seseorang bernama Alek yang disebut mengklaim tanah tempat kios tersebut berdiri sebagai miliknya.
Baca Juga: Cat Mobil Anda Cepat Kusam? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya
Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi juga mempertanyakan status tanah yang digunakan untuk membangun kios di badan jalan.
Pedagang menyebut lahan tersebut berada di kawasan yang dikelola Perumda Pasar.
"Kalau ini tanahnya tanah Perumda, berarti Pemkot Bandung," kata KDM saat berdialog dengan pedagang.
Persoalan lain yang dibahas adalah rencana pembangunan kios baru di Pasar Ciroyom.
Dedi Mulyadi kemudian meminta penjelasan dari pihak yang terlibat dalam pembangunan pasar mengenai harga kios yang dikeluhkan sejumlah pedagang.
Pihak pengelola menjelaskan bahwa harga kios di bagian basement ditetapkan sekitar Rp12 juta per meter persegi berdasarkan appraisal.
Sementara itu, sebagian pedagang berharap harga berada di kisaran Rp5 juta per meter persegi.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada Dedi Mulyadi, dari total sekitar 1.048 pedagang, sebagian besar telah melakukan pembayaran.
Sementara pedagang yang masih keberatan dengan harga tersebut disebut sekitar 50 orang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Temui Ayatulloh, Pedagang Gorengan yang Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia
Dedi Mulyadi juga mendapat penjelasan bahwa pembangunan yang sedang dilakukan merupakan bagian dari persiapan tempat penampungan pedagang sementara atau TPPS sebelum pembangunan kios baru dilanjutkan.
Selain persoalan harga kios, Dedi Mulyadi menyoroti keberadaan bangunan yang menggunakan badan jalan.
Dalam dialog tersebut disebutkan bahwa bangunan tersebut diklaim dibangun oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris pemilik tanah.
Dedi Mulyadi kemudian mempertanyakan dasar klaim kepemilikan tanah tersebut serta status aset pemerintah yang digunakan sebagai badan jalan.
Kunjungan Dedi Mulyadi tidak hanya diisi dengan pembahasan persoalan pasar. Ia juga berinteraksi dengan sejumlah pedagang dan warga di sekitar Pasar Ciroyom.
Dalam salah satu momen, Dedi Mulyadi membantu membeli makanan dari pedagang untuk dibagikan kepada warga.
Ia meminta makanan tersebut dibeli dalam jumlah banyak agar dapat dinikmati bersama.
Kunjungan tersebut memperlihatkan Dedi Mulyadi turun langsung ke Pasar Ciroyom untuk mendengarkan persoalan pedagang sekaligus melihat kondisi kawasan pasar secara langsung.
Baca Juga: Pimpin Apel di Balaikota Bogor, Dedie Curhat Sering Disurati Gereja Imbas CFD di Soedirman
Persoalan harga kios Pasar Ciroyom sebelumnya juga menjadi perhatian karena adanya keluhan pedagang terkait harga Rp12 juta per meter persegi.
Perumda Pasar Juara menyatakan angka tersebut berasal dari studi profesional dan kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). ( Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin