RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan nasihat kepada seorang pedagang surabi yang memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah umrah.
Momen tersebut terjadi saat Dedi Mulyadi berbincang dengan pedagang surabi langganannya yang diunnggah di kanal Youtube Lembur Pakuan Channel.
Dalam percakapan itu, sang pedagang menceritakan keinginannya mengumpulkan uang hasil berjualan untuk digunakan sebagai biaya umrah.
Dedi Mulyadi kemudian mengingatkan bahwa ibadah umrah sebaiknya dilakukan ketika seseorang memang memiliki kemampuan secara finansial.
"Umroh itu bagi yang mampu, uangnya cukup. Yang tidak cukup juga boleh, kalau ada yang mengumrohkan," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi tidak melarang keinginan pedagang tersebut untuk berangkat umrah.
Baca Juga: Razia Miras di Terminal Cibinong Bogor, Satpol PP Sita 1.482 Botol dari 4 Toko
Namun, ia mengingatkan agar keinginan tersebut tidak membuat kondisi ekonomi keluarga menjadi terbebani.
Menurut Dedi Mulyadi, seseorang perlu memastikan kebutuhan dasar dan kewajiban keluarga tetap terpenuhi sebelum menggunakan uang untuk perjalanan ibadah.
"Jangan sampai yang tidak mampu memaksakan diri untuk umrah, sedangkan bekalnya ngahutang," kata Dedi Mulyadi.
Ia juga memberikan alternatif agar uang yang berhasil dikumpulkan tidak seluruhnya langsung digunakan untuk umrah.
Menurutnya, uang tersebut dapat disimpan atau dialihkan menjadi bentuk tabungan dan aset yang dapat menjadi cadangan ketika kondisi ekonomi membutuhkan.
"Nanti dibeliin emas, atau disimpan di bank. Kalau suatu saat Ibu makin menua, setidaknya punya cadangan uang untuk bekal hari tua," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga menyarankan agar pedagang tersebut mempertimbangkan perlindungan sosial melalui kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kepesertaan jaminan sosial dapat memberikan perlindungan apabila peserta mengalami risiko tertentu.
Tetap Boleh Umrah Jika Sudah Mampu
Meski memberikan nasihat mengenai kondisi keuangan, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keputusan untuk berangkat umrah tetap berada pada pedagang tersebut apabila memang sudah merasa mampu.
"Tapi Ibu kalau mau umrah ya silakan aja. Kalau sudah merasa mampu," kata Dedi Mulyadi.
Baca Juga: 3 Bulan Menuju Pendaftaran CPNS 2027, Ini yang Harus Dipersiapkan Termasuk SKD
Dedi Mulyadi juga mengingatkan agar perjalanan umrah tidak dilakukan dengan cara memaksakan kondisi keuangan.
Percakapan tersebut berlangsung di tengah aktivitas pedagang surabi yang tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam transkrip, pedagang tersebut juga menyampaikan rencana mengumpulkan uang dari hasil berjualan untuk mewujudkan keinginannya pergi ke Tanah Suci.
Selain membahas keinginan umrah, Dedi Mulyadi berbincang mengenai usaha pedagang tersebut, mulai dari penghasilan, biaya bahan baku, hingga aktivitas berjualan.
Dedi Mulyadi juga mendorong pedagang tersebut untuk tetap bekerja dan mengelola hasil usaha dengan baik.
"Kalau rajin kerja maka bakal datang rezeki," ujar Dedi Mulyadi dalam percakapan tersebut.
Pertemuan Dedi Mulyadi dengan pedagang surabi itu menunjukkan sisi lain aktivitas Gubernur Jawa Barat saat berbincang langsung dengan masyarakat dan mendengarkan cerita mengenai usaha, keluarga, serta rencana di masa depan. (Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin