Dedi Mulyadi Ungkap Pesan Penting Kampung Adat Banceuy untuk Generasi Muda

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 23:24 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan siswa Lab School Jakarta mengenal alam dan kearifan lokal saat berkunjung ke Kampung Adat Banceuy, Kabupaten Subang. (Youtube Lembur Pakuan Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan siswa Lab School Jakarta mengenal alam dan kearifan lokal saat berkunjung ke Kampung Adat Banceuy, Kabupaten Subang. (Youtube Lembur Pakuan Channel)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya menjaga kampung adat sekaligus mengenalkan kembali kearifan lokal kepada generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat berdialog dengan peserta kegiatan yang berkunjung ke kampung adat Kampung Banceuy, kabupaten Subang.

Dalam tayangan YouTube Lembur Pakuan Channel, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kampung adat tidak sekadar menjadi tempat pertunjukan kesenian, tetapi merupakan ruang yang mempertahankan tata kehidupan masyarakat Sunda.

Menurut  Dedi Mulyadi, keberadaan kampung adat memiliki nilai penting karena menyimpan pengetahuan mengenai cara masyarakat leluhur berinteraksi dengan alam, membangun rumah, mengelola lingkungan, hingga menjaga hubungan sosial.

Baca Juga: Menikmati Hujan Sambil Ngopi Ternyata Bisa Jadi Psychological Pause

Kampung Adat Bukan Sekadar Kampung Seni

Dedi Mulyadi membedakan antara kampung adat dan kampung seni. Kampung seni lebih menonjolkan kesenian, sementara kampung adat mempertahankan tata kehidupan masyarakat Sunda.

“Kampung seni itu kesenian. Kampung adat itu tatak ramah hidup orang Sunda,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan tersebut.

Gubernur Jabar mencontohkan aturan adat yang mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk bentuk rumah, pengelolaan lingkungan, hingga tata ruang kampung.

Dedi Mulyadi juga menilai kebersihan menjadi bagian penting dari kehidupan kampung adat. Menurutnya, masyarakat perlu menjaga lingkungan sebagai bagian dari adat dan kebiasaan yang diwariskan leluhur.

Dorong Anak Sekolah Belajar Langsung dari Alam

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menyinggung pentingnya kegiatan pembelajaran di luar sekolah. Ia mengatakan, kunjungan siswa ke alam dan kampung adat dapat memberikan pengalaman yang bersifat praktis.

Hal itu disampaikan ketika berbicara mengenai peserta yang disebut merupakan siswa Lab School Jakarta.

Menurut Dedi Mulyadi, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat mempelajari berbagai hal secara langsung, mulai dari mengetahui sumber air, mengenali gunung, menanam padi, hingga memahami cara mengolah hasil pertanian secara tradisional.

“Pengetahuan yang mungkin tidak didapatkan di sekolah yang bersifat aplikatif,” kata gubernur yang kerap disapa KDM tersebut.

Dedi Mulyadi berharap pengalaman tersebut membuat anak muda tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenal lingkungan dan kearifan masyarakat secara langsung.

Tak hanya itu Dedi Mulyadi juga mengajak masyarakat untuk mempelajari kembali pengetahuan yang diwariskan leluhur. Menurutnya, mempelajari kehidupan masyarakat terdahulu bukan hanya mengenai sejarah, tetapi juga memahami kearifan dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya.

Ia mencontohkan konsep rumah tradisional Sunda yang mempertimbangkan kondisi alam, sirkulasi udara, pencahayaan, serta penggunaan material tertentu.

Dedi Mulyadi juga menyampaikan gagasan agar penataan kampung adat dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter arsitektur tradisionalnya.

Dalam pandangannya, perkembangan kota yang semakin padat membuat masyarakat membutuhkan ruang untuk mencari ketenangan. Karena itu, desa dan kawasan kampung adat dapat menjadi tempat masyarakat beristirahat dari kepadatan perkotaan.

Pesan Gubernur Jawa Barat untuk Generasi Muda

Di hadapan para peserta, Dedi Mulyadi juga mengajak generasi muda untuk menjaga kondisi fisik, mengenal alam, serta tidak kehilangan hubungan dengan lingkungan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi para peserta sehingga mereka datang dengan kegelisahan dan pulang membawa kebahagiaan.

“Datang membawa kegelisahan, pulang membawa kebahagiaan,” kata Dedi dalam kegiatan tersebut.

Dedi Mulyadi kemudian mengingatkan nilai yang menurutnya penting untuk dibawa generasi muda dalam kehidupan sehari-hari, yakni menghormati orang tua, menyayangi tetangga, serta jujur dalam perkataan dan tindakan. (Fauzan Kaifah/Magang Radar Bogor)

Editor : Eka Rahmawati
dedi mulyadi Banceuy kampung adat