RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Penghentian tersebut dilakukan karena proyek yang dikembangkan BDX Data Centers belum mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Dedi mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperhatikan kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Eksis Sejak 1971, Bubur Ayam Kabita Bogor Tak Lekang Zaman
Menurutnya, penghentian proyek bukan berarti pemerintah menolak investasi, melainkan memastikan seluruh persyaratan perizinan dipenuhi terlebih dahulu.
Ia menjelaskan, saat melakukan pengecekan terhadap kelengkapan perizinan, dokumen PBG maupun AMDAL proyek tersebut belum diterbitkan.
Dedi menyebut keterlambatan itu berkaitan dengan pihak konsultan yang belum menyerahkan data yang diperlukan untuk proses perizinan.
“Kesalahannya di mana? Di Pemda Purwakarta? Bukan, kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jabar menegaskan proses perizinan harus diselesaikan sesuai kewenangan masing-masing pemerintah daerah. Sementara itu, proses AMDAL berada dalam kewenangan Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Ia juga menyatakan Pemprov Jawa Barat akan tetap bersikap objektif terhadap keberlanjutan proyek tersebut. Dedi bahkan melibatkan akademisi Universitas Indonesia untuk memberikan pandangan dan masukan terkait pembangunan pusat data AI serta kajian lingkungannya.
Menurut Dedi, apabila hasil kajian AMDAL menyatakan proyek tersebut memenuhi persyaratan lingkungan, pembangunan dapat dilanjutkan sesuai ketentuan. Sebaliknya, apabila hasil kajian menunjukkan adanya persoalan yang membuat proyek tidak dapat diteruskan, pemerintah akan mengikuti hasil tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Dedi adalah ketersediaan air bagi masyarakat Purwakarta. Ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya air untuk kebutuhan pusat data tidak boleh mengganggu akses masyarakat, termasuk kebutuhan warga dan sektor pertanian di sekitar Jatiluhur.
Kebutuhan Air Pusat Data AI
Dedi menyebut kebutuhan air untuk pusat data BDX apabila nantinya beroperasi dapat dipenuhi dari sumber air Waduk Jatiluhur.
Ia menjelaskan sumber tersebut berada pada alokasi yang selama ini diperuntukkan bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Purwakarta.
Menurut Dedi, PDAM Kabupaten Purwakarta memperoleh alokasi air sebesar 3.000 liter per detik. Dari jumlah tersebut, pemanfaatan yang berjalan saat ini disebut baru sekitar 380 liter per detik atau sekitar 11 persen dari alokasi yang tersedia.
Berdasarkan perhitungan tersebut, Dedi menyebut masih terdapat bagian dari alokasi air yang belum dimanfaatkan.
Dedi juga menilai kondisi tersebut perlu diperhitungkan dalam pembahasan kebutuhan air untuk operasional pusat data, dengan tetap memastikan kepentingan masyarakat tidak terganggu.
Sebelumnya, Dedi telah meninjau lokasi pembangunan pusat data AI di kawasan Jatiluhur pada Juli 2026. Saat itu, ia mengecek sejumlah aspek, termasuk keamanan lokasi dari risiko bencana, serta memastikan ketersediaan kebutuhan air dan listrik untuk menunjang operasional proyek.
Proyek pusat data AI BDX tersebut direncanakan memiliki kapasitas daya listrik hingga 640 megawatt dan dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi. Pembangunan proyek diketahui mulai berjalan pada 22 September 2026.
Editor : Eka Rahmawati