Dedi Mulyadi Bertemu Mr Chang, Pengusaha Taiwan Ini Punya Ribuan Pekerja di Indonesia

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 10:17 WIB
Dedi Mulyadi bersama Mr Chang, pengusaha asal Taiwan yang memiliki tiga pabrik di Indonesia. (Foto : Kang Dedi Mulyadi Channel)
Dedi Mulyadi bersama Mr Chang, pengusaha asal Taiwan yang memiliki tiga pabrik di Indonesia. (Foto : Kang Dedi Mulyadi Channel)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu Mr Chang, pengusaha asal Taiwan yang telah menjalankan bisnis industri di Indonesia sejak 1995.

Dalam pertemuan yang diunggah di kanal youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, keduanya membahas pengembangan kawasan industri sekaligus peningkatan kualitas infrastruktur jalan di sekitar pabrik yang berlokasi di Karawang.

Mr Chang diketahui memiliki tiga pabrik di Indonesia, yakni di Indramayu, Medan, dan Karawang.

Dua di antaranya bergerak di bidang keramik, sedangkan aktivitas industri lainnya juga berkembang di kawasan Karawang.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya keberadaan industri yang tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dedi Mulyadi menyampaikan rencana peningkatan kualitas jalan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Roadshow BSC 2026 FEB Unpak Bogor, Ajak Siswa SMA-SMK Belajar Bisnis Lewat Simulasi Digital

Salah satunya melalui pembangunan drainase, trotoar, hingga peningkatan kualitas permukaan jalan.

“Kalau drainasenya lebar, kita pasang trotoar oleh provinsi. Biar ke sini tuh kinclong,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi juga membuka peluang pemerintah provinsi membantu peningkatan kualitas jalan melalui pengaspalan atau hotmix setelah infrastruktur dasar seperti drainase dan konstruksi jalan diperkuat.

Mr Chang Punya Tiga Pabrik di Indonesia

Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi menggali perjalanan bisnis Mr Chang di Indonesia.

Mr Chang mengatakan dirinya mulai membangun pabrik di Indonesia pada 1995. Pabrik pertamanya berada di Indramayu dan bergerak di bidang keramik.

Setelah bisnisnya berkembang, Mr Chang kemudian membangun pabrik di Medan dan selanjutnya di Karawang.

Dari penjelasan dalam pertemuan tersebut, pabrik di Indramayu memiliki sekitar 1.000 karyawan.

Sementara pabrik di Medan disebut memiliki sekitar 2.000 karyawan dan kawasan Karawang sekitar 1.000 karyawan.

Mr Chang juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalankan bisnis industri selama puluhan tahun.

Sebelum membangun industri keramik, ia mengawali perjalanan usahanya dari bisnis kecil di Taiwan, termasuk memperbaiki barang elektronik seperti kulkas.

Baca Juga: Cara Update Data Desil Agar Bisa Menerima Bantuan Sosial

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal keterampilan bagi Mr Chang hingga akhirnya mampu membangun pabrik keramik.

Mr Chang Siap Dukung Perbaikan Jalan

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi dan Mr Chang juga membahas kerja sama pembangunan serta peningkatan kualitas jalan di sekitar kawasan industri.

Mr Chang menyatakan kesediaannya untuk membantu pembangunan infrastruktur jalan.

Termasuk mempertimbangkan pembangunan fasilitas pendukung seperti batching plant agar perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kerusakan.

Dedi Mulyadi menilai keberadaan industri harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, jalan di sekitar kawasan industri harus memiliki kualitas yang baik sehingga aktivitas perusahaan maupun mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar. “Industri lancar, rakyat juga sejahtera,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Minta Industri Berikan Manfaat untuk Warga

Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa keberadaan industri harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ia mengatakan pemerintah akan mendukung industri selama perusahaan memperhatikan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keberadaan pabrik ini disukai warga, dijagain sama saya selama industrinya ramah lingkungan, dan selama industrinya memberikan manfaat bagi kepentingan lingkungan masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi.

Selain persoalan jalan, Dedi juga menyoroti kondisi warung-warung masyarakat di sekitar kawasan industri.

Baca Juga: 7 Bansos Cair Minggu Pertama Oktober 2026? Cek Faktanya di Sini

Ia menginginkan kawasan tersebut terlihat lebih rapi sehingga perkembangan industri dapat berjalan beriringan dengan penataan lingkungan.

Dedi bahkan menyampaikan rencana membantu penataan warung masyarakat agar lebih baik dan tidak terlihat kumuh.

Mr Chang dan Dedi Mulyadi Bahas Masa Depan Kawasan Industri

Pertemuan Dedi Mulyadi dengan Mr Chang juga membahas rencana pengembangan infrastruktur yang lebih terintegrasi di kawasan tersebut.

Dedi menyebut pembangunan jalan menjadi bagian penting agar kawasan industri dan permukiman masyarakat dapat terhubung dengan lebih baik.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi jalan bergelombang di kawasan tersebut dan akses masyarakat maupun aktivitas industri dapat berjalan lebih lancar.

Bagi Dedi Mulyadi, pembangunan infrastruktur harus berjalan bersama dengan pertumbuhan ekonomi.

Ia menilai industri dapat memberikan kontribusi melalui pajak, sementara pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan manfaat pembangunan kepada masyarakat.

“Pemerintah menerima pajak, uangnya harus dibelanjain ke warga,” ujar Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Pencairan TPG Oktober 2026: Cek Syarat, Jadwal dan Arti Kode Validasi Info GTK

Pertemuan tersebut memperlihatkan upaya mempertemukan kepentingan industri dengan kebutuhan masyarakat.

Mr Chang sebagai pengusaha yang telah lama berinvestasi di Indonesia diharapkan terus memberikan kontribusi.

Sementara pemerintah daerah mendorong agar perkembangan kawasan industri turut meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
dedi mulyadi Mr Chang karawang taiwan