Kisah Abian Anak 11 Tahun Pengidap Penyakit Langka, Dedi Mulyadi Siapkan Biaya Terapi

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:51 WIB
Dedi Mulyadi menemui Abian, anak 11 tahun pengidap penyakit langka MPS tipe 4A. Dedi berkomitmen membantu biaya terapi dan pengobatan Abian. (Foto : Kang Dedi Mulyadi Channel)
Dedi Mulyadi menemui Abian, anak 11 tahun pengidap penyakit langka MPS tipe 4A. Dedi berkomitmen membantu biaya terapi dan pengobatan Abian. (Foto : Kang Dedi Mulyadi Channel)

RADAR BOGOR – Kisah perjuangan Abian, anak berusia 11 tahun yang hidup dengan penyakit langka Mucopolysaccharidosis (MPS) tipe 4A, mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menemui Abian di Lembur Pakuan. Dalam pertemuan tersebut, kondisi kesehatan Abian serta kebutuhan terapi rutin yang harus dijalani menjadi perhatian.

Gejala MPS Mulai Terlihat Sejak Abian Berusia 3 Tahun

Menurut keterangan ibu Abian, perubahan kondisi fisik anaknya mulai terlihat ketika berusia sekitar tiga tahun.

Salah satu tanda yang diperhatikan keluarga adalah tulang dada Abian yang terlihat semakin menonjol ke arah depan.

Kondisi tersebut kemudian membuat keluarga membawanya menjalani pemeriksaan dan pengobatan di sejumlah rumah sakit.

Sebelum mendapatkan diagnosis penyakit langka tersebut, Abian juga pernah menjalani operasi hernia. Setelah operasi, pemeriksaan medis terhadap kondisi tubuhnya tetap dilanjutkan.

Baca Juga: Nissan Evalia: Mobil MPV Nyaman tapi Kurang Laku, Ini Penyebabnya

Keluarga kemudian memperoleh rujukan untuk menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pemeriksaan dilakukan secara berkala hingga kurang lebih satu tahun.

Saat Abian berusia sekitar lima tahun, dokter akhirnya menyampaikan hasil diagnosis bahwa ia mengalami Mucopolysaccharidosis (MPS) tipe 4A.

MPS Tipe 4A Berkaitan dengan Faktor Genetik

Dalam perbincangan dengan Dedi Mulyadi, ibu Abian menjelaskan bahwa MPS merupakan penyakit genetik yang berkaitan dengan kekurangan enzim tertentu di dalam tubuh.

Kondisi tersebut menyebabkan zat tertentu mengalami penumpukan dan kemudian dapat memengaruhi tulang maupun sejumlah organ tubuh lainnya.

Perawatan yang harus dijalani Abian juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Salah satu terapi yang diperlukan berupa pemberian enzim melalui infus secara rutin.

Kebutuhan terapi secara berkala menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dalam memenuhi biaya pengobatan.

Dedi Mulyadi Siapkan Bantuan Terapi

Setelah mengetahui kondisi Abian, Dedi Mulyadi menyatakan kesediaannya untuk membantu biaya terapi yang dibutuhkan anak tersebut.

Untuk tahap awal, Dedi mengatakan bantuan akan diupayakan untuk memenuhi kebutuhan terapi selama satu bulan terlebih dahulu.

"Saya ngumpulin uang untuk satu bulan aja dulu. Kita coba lah untuk satu bulan dulu," ujar Dedi Mulyadi dalam video yang ditayangkan di YouTube Kang Dedi.

Dedi juga menyampaikan kemungkinan adanya dukungan dari sejumlah pihak lainnya, termasuk pemerintah daerah, agar kebutuhan pengobatan Abian dapat terus dibantu.

Baca Juga: 45 Guru An Najwa Sukabumi Studi Banding ke Birrul Waalidain Bogor, Ini yang Dipelajari

Abian Tetap Bersekolah di Tengah Keterbatasan

MPS yang dialami Abian turut memengaruhi kemampuan fisiknya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Abian masih mampu berjalan, tetapi sudah mengalami kesulitan apabila harus menempuh jarak yang jauh. Ia juga mengalami kondisi napas yang relatif pendek.

Meski menghadapi keterbatasan secara fisik, Abian tetap menjalani pendidikan seperti anak seusianya.

Saat ini, Abian tercatat sebagai siswa kelas 6 sekolah dasar. Kemampuan berpikir dan belajarnya disebut tidak mengalami gangguan, sehingga ia tetap dapat mengikuti kegiatan sekolah.

Dedi Mulyadi pun kembali menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat Jawa Barat yang membutuhkan pertolongan.

Menurutnya, dana yang dipercayakan masyarakat harus dapat digunakan untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan, termasuk mereka yang menghadapi persoalan kesehatan dan membutuhkan dukungan pengobatan. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
dedi mulyadi penyakit langka anak