Bursa Kerja Online di Jawa Barat Dibuka Lagi, Tersedia 1.112 Lowongan

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait infrastruktur di Jawa Barat. (YouTube Lembur Pakuan Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar bursa kerja online. (YouTube Lembur Pakuan Channel)

RADAR BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali memfasilitasi pencari kerja melalui program bursa kerja daring. Dalam pelaksanaan pada Jumat, 9 Oktober 2026 dan terdapat 1.112 lowongan dari 28 perusahaan ditawarkan kepada masyarakat melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, @dedimulyadiofficial.

Dalam kegiatan tersebut, Dedi Mulyadi memaparkan sejumlah kesempatan kerja yang tersedia, di antaranya posisi operator dan staf gudang di PT Everpro Indonesia Technologies.

Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kabel serat optik itu menetapkan persyaratan usia pelamar antara 18 hingga 35 tahun.

Baca Juga: Kronologi Penangkapan Pria di Jalan Sholeh Iskandar Bogor, Sempat Teriak Minta Tolong

Melansir laman Bappeda Provinsi Jawa Barat, peluang lainnya ditawarkan PT Mitra Utama Madani melalui posisi account officer.

Pekerjaan ini mencakup sosialisasi produk, persiapan pembiayaan, serta pelaksanaan pertemuan kelompok setiap pekan. Untuk posisi tersebut, perusahaan menawarkan gaji berkisar Rp5 juta hingga Rp6 juta.

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Pemprov Jabar juga berencana meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki peluang lebih besar dalam memperoleh pekerjaan.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyelenggaraan pelatihan bahasa asing yang dijadwalkan mulai November 2026.

Dedi menjelaskan, program tersebut akan dikembangkan melalui pembentukan desa pembelajaran bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.

Pelaksanaannya direncanakan menjangkau empat desa di setiap kecamatan, dengan tenaga pengajar yang disediakan oleh Pemprov Jabar. Rencana itu disampaikan saat kegiatan berlangsung di Karawang International Industrial City (KIIC).

Di samping peningkatan kompetensi, pemerintah provinsi turut menaruh perhatian pada perlindungan warga yang hendak bekerja ke luar negeri.

Dedi menyampaikan bahwa calon pekerja migran kini diwajibkan memperoleh rekomendasi dari dinas tenaga kerja setempat sebelum berangkat. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah warga bekerja melalui jalur ilegal di negara tujuan.

Sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Indramayu, Karawang, dan Subang, diketahui menjadi wilayah asal pekerja migran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, menilai penguasaan bahasa asing menjadi salah satu keterampilan penting bagi tenaga kerja yang ingin berkarier di luar negeri.

Menurutnya, kendala komunikasi pernah menyebabkan sejumlah pekerja harus kembali ke Indonesia sebelum menyelesaikan pekerjaannya.

Ia berharap program pelatihan bahasa asing di tingkat desa dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memperluas kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja internasional.

“Keterampilan bahasa asing akan meningkatkan level pekerja Indonesia di luar negeri,” kata Kim.

Editor : Eka Rahmawati
bursa kerja jawa barat lowongan