Viral! Pekerja Asal Jabar Diduga tak Digaji dan Dianiaya di Batam, Ini Respons Dedi Mulyadi

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 09:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan pekerja asal Jawa Barat yang mengaku belum menerima upah selama bekerja di Batam. (Foto : Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan pekerja asal Jawa Barat yang mengaku belum menerima upah selama bekerja di Batam. (Foto : Kang Dedi Mulyadi Channel)

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantu memulangkan sejumlah pekerja asal Jawa Barat yang terlantar di Batam setelah diduga mengalami penganiayaan dan tidak menerima upah selama berbulan-bulan.

Bantuan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube miliknya. Dalam video tersebut, ia berbincang dengan Charlim, salah seorang pekerja asal Desa Biawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Charlim mengaku bekerja sebagai buruh bangunan di proyek perumahan di Batam bersama sejumlah pekerja lain dari Jawa Barat.

Charlim mengungkapkan, dirinya telah bekerja selama sekitar tiga bulan. Namun, selama periode tersebut, ia mengaku belum menerima gaji sebagaimana yang dijanjikan saat perekrutan.

“Sudah tiga bulan bekerja, tetapi baru dikasih sejuta,” ungkap Charlim dalam percakapan dengan Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Ungkap Dugaan Penganiayaan Pekerja di Batam

Selain persoalan upah, Charlim menceritakan dugaan penganiayaan yang dialaminya bersama rekan-rekannya.

Baca Juga: SMAN 2 Kota Bogor Borong Prestasi, dari Band, Olahraga hingga Modern Dance

Ia menyebut kejadian tersebut bermula ketika para pekerja berencana meninggalkan tempat kerja untuk mencari pekerjaan lain, karena tidak mendapatkan upah sesuai kesepakatan.

Charlim mengatakan dirinya mengalami pemukulan yang diduga dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Peristiwa itu disebut terjadi sekitar dua bulan sebelum percakapan dengan Dedi Mulyadi.

Menurut penuturan Charlim, laporan mengenai kasus tersebut telah disampaikan kepada kepolisian melalui adiknya. Ia juga menyebut kasus itu ditangani oleh Polsek Sagulung di Batam.

Dalam video tersebut, Charlim menyampaikan bahwa sejumlah orang yang diduga terlibat telah ditahan, sementara satu orang lainnya masih dicari.

Informasi mengenai status hukum para pihak tersebut mengacu pada keterangan dalam video dan belum diverifikasi secara independen.

Dedi Mulyadi Siapkan Bantuan untuk Pekerja Terlantar

Mendengar kondisi para pekerja, Dedi Mulyadi menyatakan kesediaannya membantu mereka kembali ke daerah asal masing-masing.

Ia meminta data identitas dan nomor rekening para pekerja agar bantuan dapat disalurkan.

Dedi Mulyadi juga menyoroti kondisi keluarga para pekerja yang harus tetap memenuhi kebutuhan hidup meskipun mereka tidak memperoleh penghasilan selama bekerja di Batam.

“Nanti saya siapkan tiket pesawat untuk pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar Dedi Mulyadi dalam video tersebut.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Oktober 2026, Sanggahan Disetujui Status KPM Berubah Jadi SPM

Ia juga menyampaikan rencana memberikan uang bekal kepada para pekerja agar mereka dapat kembali ke rumah dengan membawa bantuan untuk keluarga.

Bagi pekerja yang masih harus tinggal di Batam untuk mengikuti proses hukum dan memberikan keterangan sebagai saksi, Dedi Mulyadi turut menyatakan kesediaannya memberikan bantuan biaya selama mereka menunggu proses tersebut.

Sebanyak 25 Pekerja Dijadwalkan Pulang

Dalam percakapan itu, disebutkan sebanyak 25 pekerja direncanakan pulang pada malam hari setelah proses pengurusan tiket dilakukan. Sementara itu, empat pekerja lainnya masih menunggu penyelesaian proses hukum.

Dedi Mulyadi mengatakan bantuan juga akan diberikan kepada pekerja asal Palembang yang mengalami persoalan serupa.

Ia menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut tidak terbatas pada pekerja asal Jawa Barat. “Kalau dari Palembang juga, kasih saja. Kasihan, tidak digaji,” kata Dedi Mulyadi.

Dalam video tersebut, pihak yang membantu proses pemulangan menyebut tiket pesawat bagi para pekerja telah diurus melalui bantuan sejumlah pihak di Batam.

Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan rencana menambahkan uang bekal bagi mereka.

Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Saling Membantu

Di akhir percakapan, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah menampung para pekerja selama mereka menghadapi persoalan tersebut.

Para pekerja diketahui mendapatkan tempat tinggal sementara dan bantuan makan di sebuah pondok pesantren di Batam.

Dedi Mulyadi juga mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemulangan para pekerja. Menurutnya, membantu sesama merupakan bentuk kepedulian yang perlu terus dijaga.

Baca Juga: Panssera SMAN 1 Bogor Raih Juara 2 Asura Futsal Competition 2026

“Saya sebagai kadernya Pak Presiden, Pak Prabowo, senantiasa mengembangkan kecintaan terhadap sesama dan saling menyayangi,” ujar Dedi Mulyadi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pekerja yang terlantar sekaligus membantu mereka kembali berkumpul dengan keluarga setelah menghadapi persoalan upah dan dugaan penganiayaan di tempat kerja. (Fauzan Kaifah/MG)

Editor : Yosep Awaludin
dedi mulyadi batam jawa barat pekerja