KDM Bahas Akses Tol ke GBLA, Jasa Marga Dipanggil

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:31 WIB
Gubernur Jawa Barat, KDM mendatangi GBLA dan berdiskusi dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.  (foto: KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat, KDM mendatangi GBLA dan berdiskusi dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan. (foto: KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

RADAR BOGOR - Akses menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Keterbatasan jalur masuk, terutama bagi penonton yang datang dari arah timur melalui Tol Cileunyi, dinilai perlu dicarikan solusi agar kemacetan saat pertandingan Persib Bandung bisa dikurangi.

Persoalan tersebut, dibahas Dedi Mulyadi atau KDM saat mengunjungi Stadion GBLA dan berdialog dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan.

Baca Juga: Ketika Makan Bergizi Gratis Jadi Perbincangan Digital: AI, Persepsi Risiko, dan Kepercayaan Publik

Dalam pertemuan itu, Adhitia menjelaskan, sejumlah akses tol yang dinilai berpotensi mendukung kelancaran arus penonton. 

KDM pun merespons, dengan mengusulkan pertemuan bersama Jasa Marga untuk membahas kemungkinan pembukaan akses tambahan.

“Kalau begitu, minggu depan kita undang Jasa Marga. Rapatnya di sini saja supaya cepat,” ujar Dedi Mulyadi dalam dialog tersebut.

Akses Tol Menuju GBLA Dinilai Belum Merata

Adhitia menjelaskan, persoalan utama yang perlu dibenahi adalah akses menuju stadion. 

Menurutnya, jalur yang tersedia saat ini belum memberikan kemudahan bagi penonton dari berbagai arah, khususnya mereka yang datang dari wilayah timur Bandung.

Ia menuturkan, akses melalui Tol Gedebage yang disebut dalam dialog sebagai jalur 149 memiliki keterbatasan karena arus kendaraan hanya dapat dilayani dari arah tertentu. 

Sementara itu, akses langsung dari arah Cileunyi menuju kawasan stadion masih perlu ditingkatkan.

“Yang paling utama itu akses. Saat ini, akses menuju stadion masih terbatas. Dari arah Cileunyi juga belum ada jalur masuk langsung yang memadai,” kata Adhitia.

Kondisi tersebut, sambung dia, menjadi perhatian karena pertandingan Persib kerap menarik kedatangan penonton dari berbagai wilayah. 

Tanpa distribusi akses yang lebih baik, kendaraan berpotensi menumpuk di jalur-jalur yang menjadi tumpuan utama menuju GBLA.

Jalur Tol 151 dan 147 Ikut Dibahas

Dalam dialog tersebut, Adhitia turut menyampaikan sejumlah alternatif akses yang dapat dikaji bersama pihak terkait, termasuk jalur yang disebut sebagai akses 151 dan 147.

Ia menjelaskan, akses 151 disebut sudah memiliki pintu, tetapi belum dibuka untuk mendukung arus kendaraan menuju stadion. 

Baca Juga: Selain SDN Babakan Cangkudu, Lebih dari 10 Sekolah di Cariu Bogor Butuh Perhatian

Adapun akses 147 dinilai, berpotensi menjadi alternatif karena lokasinya memungkinkan kendaraan masuk lebih dekat ke kawasan GBLA.

Namun, pembukaan akses tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai kesiapan gerbang dan pengaturan jalur kendaraan.

Adhitia berharap, pemerintah dapat membantu mengoordinasikan pembahasan dengan pihak pengelola jalan tol agar alternatif akses yang tersedia dapat dikaji sesuai kebutuhan lalu lintas saat pertandingan.

Penonton dari Arah Timur Jadi Perhatian

Salah satu persoalan yang disoroti adalah pergerakan penonton dari arah timur, khususnya yang datang melalui Tol Cileunyi.

Adhitia menyebut, penonton dari arah tersebut kerap melanjutkan perjalanan melalui kawasan Summarecon dan sekitarnya. 

Akibatnya, arus kendaraan dapat terkonsentrasi pada jalur tertentu karena belum tersedia akses langsung yang memadai menuju stadion.

“Banyak penonton datang dari arah timur. Karena belum ada akses langsung dari arah Tol Cileunyi, kendaraan akhirnya menumpuk di kawasan Summarecon dan sekitarnya,” tutur Adhitia.

Menurutnya, penambahan atau pembukaan akses yang tepat dapat membantu membagi arus kendaraan. 

Dengan demikian, beban lalu lintas tidak hanya bertumpu pada satu jalur ketika Persib menggelar pertandingan di kandang.

Dedi Mulyadi Minta Titik Prioritas Segera Dibahas

Menanggapi usulan tersebut, Dedi Mulyadi meminta agar pembahasan dilanjutkan bersama Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Agung Wahyudi.

Koordinasi itu diperlukan untuk mengidentifikasi titik-titik infrastruktur yang paling mendesak ditangani, sekaligus menentukan langkah yang dapat dilakukan bersama pihak terkait.

Baca Juga: Wacana Kebijakan Tinggal Kelas, Kagume Ingatkan Sekolah Soal Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus

KDM juga mengusulkan, agar Jasa Marga dilibatkan dalam pertemuan lanjutan untuk membahas alternatif pembukaan akses tol menuju GBLA.

“Diskusikan dengan Agung (Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang), titik mana saja yang harus menjadi prioritas penanganan,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia berharap, pembenahan akses tersebut dapat mendukung kelancaran lalu lintas setiap kali Persib bermain di GBLA. 

Dengan akses yang lebih tertata, perjalanan penonton diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman.

Meski demikian, pembukaan akses tol 147 maupun 151 belum dapat dipastikan sebelum ada hasil pembahasan teknis bersama Jasa Marga dan instansi terkait. 

Rencana pertemuan lanjutan diharapkan, menjadi langkah awal untuk menentukan solusi yang paling memungkinkan bagi kelancaran akses menuju Stadion GBLA. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
dedi mulyadi KDM gubernur jawa barat persib gbla