RADAR BOGOR - SMPN 1 Sukajaya menjadi sorota, saat Pemerintah Kabupaten Bogor menjadikan Kecamatan Sukajaya, sebagai lokasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Sebab, empat bangunan sekolah milik SMPN 1 Sukajaya, mengalami kerusakan.
Beberapa bangunan ruang kelas SMPN 1 Sukajaya atapnya nyaris ambruk.
Sampai saat ini belum ada perbaikan.
"Satu ruang kelas yang atapnya ambruk. Ada tiga ruangan terpaksa dikosongkan, khawatir atapnya ambruk juga, mengingat musim penghujan,” kata Staf TU SMPN 1 Sukajaya Dede Agus Kurnia kepada Radar Bogor, Kamis (2/5/2024).
Ia juga mengaku, ruang kelas SMPN 1 Sukajaya terbilang riskan dan rawan ambruk.
Kata dia, usia bangunan sudah tua juga berada di atas tanah yang labil.
Perlu adanya direlokasi ketempat yang lebih aman.
“Kondisi bangunan sudah tua dan tanah nya labil. Banyak pergeseran tanah mengakibatkan keretakan pada dinding tembok. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor secepatnya membangun kembali empat Ruang kelas yang ambruk” pintanya.
Menanggapi kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bogor, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan, infrastruktur pendidikan menjadi salah satu yang diprioritaskan.
"Prioritas pembangunan kabupaten bogor hari ini, pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan," katanya kepada Radar Bogor (2/5/2024).
Sementara itu perihal kondisi bangunan SMPN 1 Sukajaya, ia mengaku akan memperjuangkannya.
"Ini sudah menjadi catatan kami, menjadi prioritas. Kalau ada celah fiskal di APBD perubahan, kita tampung soal SMPN 1 Sukajaya, tapi kalau tidak ada, di APBD 2025," tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga